- Perkumpulan Lingkar Hijau mencatat 455 hotspot di konsesi PT Bumi Mekar Hijau pada 1 Juli hingga 27 Agustus 2026.
- Polda Sumatera Selatan memverifikasi 306 dari 623 titik pantauan sebagai anomali panas aktivitas stockpile batu bara.
- Kementerian Kehutanan mendeteksi 1.990 hotspot di Sumatera Selatan yang menyebabkan kualitas udara berada dalam kategori sangat tidak sehat.
“Setiap indikasi panas yang terpantau harus kami pastikan langsung di lapangan. Dengan ground check, penanganan dilakukan berdasarkan kondisi dan fakta yang sebenarnya,” ujarnya.
Sorotan terhadap data hotspot di wilayah izin perusahaan muncul ketika kondisi kabut asap kembali menjadi persoalan serius di Sumatera Selatan. Pada Minggu, 6 September 2026, data SiPongi Kementerian Kehutanan yang dikutip sejumlah laporan mencatat 1.990 hotspot terdeteksi di Sumsel.
Kabupaten Musi Banyuasin tercatat memiliki 389 hotspot, disusul Banyuasin 373 titik dan Ogan Komering Ilir sebanyak 350 titik. Sementara hasil patroli udara dan tim darat sebelumnya menemukan 90 kejadian karhutla di 15 wilayah Sumatera Selatan.
Kondisi kabut asap juga dilaporkan memengaruhi kualitas udara di sejumlah daerah. Data yang dilaporkan DLHP Sumsel pada 6 September menunjukkan kualitas udara di Palembang dan Ogan Ilir berada dalam kategori sangat tidak sehat, sementara sejumlah daerah lain berada dalam kategori tidak sehat.
Baca Juga:Usai Kecelakaan Beruntun, Hutama Karya Diminta Evaluasi Peringatan Kabut di Tol Palindra
Data Lingkar Hijau tersebut merupakan hasil pemetaan sebaran hotspot yang ditumpangtindihkan dengan area izin perusahaan.