- Umat Islam dianjurkan membaca doa perlindungan umum saat menghadapi bencana erupsi gunung berapi.
- Doa-doa tertentu diamalkan untuk memohon keselamatan dari bahaya, musibah berat, dan kabar duka.
- Warga harus menggabungkan doa dengan ikhtiar nyata seperti mengikuti prosedur evakuasi resmi.
Allahumma inni a'udzu bika min jahdil bala', wa darakisy syaqa', wa su'il qadha', wa syamaatatil a'da'.
Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari beratnya bencana, kesengsaraan, buruknya ketetapan, dan kegembiraan musuh atas musibah yang menimpa.”
Doa ini tidak hanya berkaitan dengan erupsi gunung, tetapi dapat dibaca ketika menghadapi berbagai bentuk kesulitan. Kandungannya mencakup permohonan agar seseorang dijauhkan dari ujian yang berat dan dampak buruk akibat musibah.
Baca Juga:Kabut Asap Makin Pekat, Doa Apa yang Bisa Dibaca Muslim? Ini Bacaan Perlindungannya
Istirja untuk Menghadapi Kabar Musibah
Ketika mendengar kabar erupsi yang menimpa masyarakat, umat Muslim dianjurkan membaca istirja:
إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un.
Artinya:
Baca Juga:Sumsel Kembali Menengadah ke Langit, Doa Hujan di Tengah Karhutla yang Belum Usai
“Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya kami kembali.”
Istirja bukan hanya dibaca ketika seseorang mengalami kehilangan. Bacaan ini juga dapat diamalkan saat mendengar kabar musibah yang menimpa orang lain.
Selain mengingatkan manusia tentang kepemilikan Allah SWT atas seluruh makhluk, istirja juga mengajarkan sikap sabar dan menerima ketetapan-Nya.
Doa untuk Orang yang Tertimpa Musibah
Bagi warga yang terdampak erupsi, kehilangan tempat tinggal, harta benda, atau anggota keluarga, dapat membaca doa berikut:
اللَّهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيبَتِي وَاخْلُفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا