- Gubernur Herman Deru merekrut warga Sumatera Selatan menjadi Satgas Darat karhutla dengan insentif Rp150 ribu per hari pada 31 Agustus 2026.
- Satgas Darat mencatat keberhasilan memadamkan sekitar 12,5 hektare dari total 15 hektare lahan terbakar berdasarkan evaluasi akhir Agustus 2026.
- Kebijakan pengerahan tenaga pemadam dinilai efektif sebagai respons darurat, namun pencegahan dan akar masalah karhutla memerlukan strategi jangka panjang.
Inilah celah terbesar yang dapat menjadi perhatian dalam kebijakan baru tersebut.
Pemerintah memberikan insentif kepada warga yang terlibat dalam Satgas Darat untuk membantu pemadaman. Namun, upaya jangka panjang tetap membutuhkan strategi yang lebih besar, mulai dari pengawasan kawasan rawan, pencegahan pembakaran lahan, perlindungan ekosistem rentan, hingga penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti menyebabkan kebakaran.
Sejumlah kajian dan organisasi lingkungan juga menyoroti bahwa persoalan karhutla tidak dapat dipisahkan dari tata kelola lahan dan perlindungan ekosistem, sehingga pendekatan pemadaman saja tidak cukup untuk menjadi solusi jangka panjang.
Dengan kata lain, Satgas Darat dapat memadamkan api, tetapi tidak otomatis menghilangkan alasan mengapa api muncul.
Baca Juga:Belanja Makin Mahal? Emas hingga Harga Ayam Dorong Inflasi Sumsel Naik