- Bank Sumsel Babel dan OJK menyelenggarakan edukasi inklusi keuangan bagi penyandang disabilitas di wilayah Palembang baru-baru ini.
- Program ini bertujuan meningkatkan akses perbankan yang ramah, setara, dan inklusif bagi nasabah penyandang disabilitas di bank.
- Ali Amin, sebagai peserta, kini lebih percaya diri menabung dan mampu mengelola keuangan pribadi secara lebih teratur.
Dukungan serupa disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan Edward Candra. Ia menilai kolaborasi pemerintah daerah, regulator, dan industri perbankan menjadi fondasi penting dalam membangun ekonomi daerah yang inklusif.
"Sinergi antara pemerintah daerah, regulator, dan industri perbankan menjadi fondasi dalam membangun ekosistem ekonomi yang inklusif. Dengan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, pertumbuhan ekonomi daerah diharapkan lebih merata dan berkelanjutan," ujarnya.
Di tengah berbagai inovasi layanan yang diperkenalkan hari itu, momen yang paling menyentuh justru datang dari sesi testimoni para penyandang disabilitas. Tidak ada tepuk tangan yang lebih meriah daripada senyum mereka ketika menyadari bahwa kini bank tidak lagi menjadi tempat yang terasa asing.
Bagi Ali Amin, rekening Bank Sumsel Babel bukan hanya buku tabungan yang menyimpan saldo. Ia menjadi simbol bahwa layanan keuangan yang setara benar-benar mungkin diwujudkan.
Baca Juga:Sepiring Pempek, Seribu Penghidupan
Karena pada akhirnya, inklusi keuangan bukan hanya soal membuka akses terhadap layanan perbankan.
Inklusi keuangan adalah tentang memastikan setiap orang, apa pun kondisi fisiknya, dapat datang ke bank dengan rasa percaya diri, pulang dengan pengetahuan baru, dan memiliki kesempatan yang sama untuk merencanakan masa depan.