- Ribuan jamaah memadati Masjid Agung Palembang untuk melaksanakan salat jenazah Haji Abdul Halim Ali pasca Salat Jumat.
- Rumah duka tokoh masyarakat Palembang tersebut dipenuhi karangan bunga dari Presiden hingga pejabat daerah setempat.
- Jenazah dibawa dari Masjid Agung menuju kediaman keluarga untuk prosesi pemakaman terakhir sesuai tradisi keluarga.
SuaraSumsel.id - Prosesi perpisahan untuk tokoh masyarakat sekaligus pengusaha besar Kemas Haji Abdul Halim Ali menarik perhatian luas di Kota Palembang. Dari salam terakhir ribuan jamaah hingga karangan bunga dari tokoh nasional, berikut 7 fakta penting yang terekam di hari-hari duka tersebut.
1. Karangan Bunga Presiden hingga Tokoh Nasional Memenuhi Rumah Duka
Deretan karangan bunga ucapan belasungkawa terlihat di depan kediaman almarhum. Bunga dari Presiden Prabowo Subianto berdampingan dengan ucapan dari Gubernur Sumatera Selatan, Kapolda, Pangdam, dan tokoh daerah lainnya, menunjukkan tingginya apresiasi terhadap sosok Haji Halim.
2. Jalan Menuju Rumah Duka Dipenuhi Ucapan Duka
Baca Juga:Saatnya Berkarya 2026! Bank Sumsel Babel Kick Off Kompetisi Karya Jurnalistik untuk Insan Media
Karangan bunga memenuhi ruas jalan mulai dari Simpang Kuto hingga kawasan SPBU Singapore di Palembang. Ucapan duka datang dari berbagai lapisan masyarakat, menyiratkan hormat yang luas terhadap almarhum.
3. Ribuan Jamaah Padati Masjid Agung Palembang
Sejak pagi, ribuan jamaah dan warga Palembang sudah memadati Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo untuk ikut shalatkan jenazah Haji Halim usai Salat Jumat.
4. Prosesi Shalat Jenazah Dipimpin Setelah Salat Jumat
Prosesi shalat jenazah berlangsung di area Masjid Agung Palembang setelah Salat Jumat, dipimpin oleh tokoh agama setempat sebagai penghormatan terakhir sekaligus doa untuk almarhum.
Baca Juga:5 Fakta Jejak Haji Halim di Sumsel, Tokoh Lokal yang Sering Didatangi Capres
5. Tokoh Pemerintah Hadir dalam Prosesi
Kehadiran pejabat daerah seperti Bupati dan Wali Kota Palembang menunjukkan penghormatan resmi kepada keluarga almarhum dan masyarakat yang datang.
6. Penghormatan Terakhir Dilanjutkan ke Rumah Duka
Usai dishalatkan di Masjid Agung, jenazah kemudian dibawa kembali ke kediaman keluarga di Jalan Dr M Isa untuk prosesi pemakaman di tempat peristirahatan terakhir keluarga.
7. Ucapan Terima Kasih dari Keluarga
Putra almarhum, Kemas Umar Halim, menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat dan para tokoh yang hadir dan mendoakan almarhum, menggambarkan kedekatan almarhum dengan komunitasnya.