Murah Tapi Berisiko? Ini 7 Fakta Membeli Mobil Listrik Bekas di Tahun 2025

Pengen mobil listrik tapi takut mahal? Ini 7 keuntungan dan kerugian membeli mobil listrik bekas di 2025 dari harga miring sampai risiko baterai!

Tasmalinda
Senin, 10 November 2025 | 21:58 WIB
Murah Tapi Berisiko? Ini 7 Fakta Membeli Mobil Listrik Bekas di Tahun 2025
mobil listrik tahun 2025.
Baca 10 detik
  • Mobil listrik bekas menawarkan harga lebih murah dibanding model baru.

  • Biaya operasional mobil listrik bekas tetap hemat dan garansi baterai masih berlaku.

  • Pembeli harus memeriksa kondisi baterai dan potensi penurunan performa sebelum membeli.

SuaraSumsel.id - Tren mobil listrik di Indonesia makin meluas, dan sekarang bukan cuma mobil baru yang diburu — mobil listrik bekas juga mulai ramai peminat. Harga yang lebih terjangkau jadi daya tarik utama, apalagi ketika beberapa model populer seperti Hyundai Ioniq 5, Wuling Air EV, dan BYD Dolphin sudah mulai masuk pasar second.

Namun, sebelum buru-buru membeli, kamu perlu tahu bahwa mobil listrik bekas punya kelebihan sekaligus risiko tersendiri.

Berikut 7 keuntungan dan kerugian membeli mobil listrik bekas di tahun 2025 agar kamu bisa lebih bijak menentukan pilihan. 

1. Harga Turun Signifikan Dibanding Baru

Baca Juga:Terungkap! 5 Pahlawan Tanpa Nama dari Sumsel yang Diam-Diam Ubah Arah Sejarah

Mobil listrik bekas kini bisa lebih murah 20–40 persen dari harga barunya.
Contohnya, Hyundai Ioniq 5 yang baru dibanderol Rp 800 jutaan, di pasar bekas kini bisa ditemukan di kisaran Rp 550–600 juta.

Bagi pembeli pertama EV, ini jelas peluang menarik untuk mencicipi teknologi listrik tanpa menguras kantong.

2. Biaya Operasional Tetap Rendah

Keuntungan besar lainnya adalah biaya operasional tetap hemat. Mobil listrik bekas tetap bebas dari biaya bensin, tidak perlu ganti oli, dan minim servis rutin.

Bahkan mobil bekas pun masih menghabiskan listrik sekitar Rp 60.000–80.000 per 300 km, jauh lebih murah dari bahan bakar konvensional.

Baca Juga:5 Inspirasi dari Puncak HUT ke-68 Bank Sumsel Babel: Wujudkan Semangat Change to Accelerate

3. Banyak Garansi Baterai Masih Berlaku

Rata-rata pabrikan memberi garansi baterai 8 tahun atau 160.000 km.
Artinya, mobil listrik bekas berumur 2–3 tahun masih terlindungi garansi penuh untuk baterai dan sistem kelistrikan.

Selama pemilik pertama merawatnya dengan baik, kamu bisa mendapat EV yang masih sangat layak pakai.

4. Risiko Penurunan Performa Baterai

Kerugiannya, daya tahan baterai bisa menurun seiring waktu. Jika kapasitasnya turun 10–15 persen, jarak tempuh juga otomatis berkurang.

Penting untuk selalu minta hasil battery health check sebelum membeli agar tahu kondisi sebenarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini