7 Kesalahan Umum Investor Pemula Saat Main Saham

Investor pemula sering lakukan kesalahan fatal saat main saham karena kurangnya ilmu. Hindari 7 kesalahan umum ini agar investasi aman & sukses jangka panjang.

Bella
Minggu, 08 Juni 2025 | 17:08 WIB
7 Kesalahan Umum Investor Pemula Saat Main Saham
Ilustrasi saham (freepik)

SuaraSumsel.id - Investasi saham kini semakin populer di kalangan masyarakat Indonesia, terutama generasi muda yang ingin meraih kebebasan finansial.

Sayangnya, banyak investor pemula yang terjun ke pasar modal tanpa bekal pengetahuan yang cukup, sehingga rentan melakukan kesalahan fatal.

Kesalahan ini bukan hanya merugikan secara finansial, tetapi juga bisa membuat seseorang trauma dan enggan berinvestasi kembali.

7 kesalahan investor pemula (chateGPT)
7 kesalahan investor pemula (chateGPT)

Berikut ini adalah 7 kesalahan umum investor pemula saat main saham yang wajib dihindari:

Baca Juga:5 Daftar Aplikasi Investasi Saham Terbaik untuk Pemula!

1. Tidak Memiliki Tujuan Investasi yang Jelas

Banyak investor pemula membeli saham hanya karena ikut tren atau dorongan dari teman.

Mereka tidak memiliki tujuan yang jelas, apakah ingin investasi jangka panjang, menabung untuk pensiun, atau sekadar mencari keuntungan cepat.

Tanpa tujuan, sulit menentukan strategi investasi yang tepat. Akibatnya, keputusan yang diambil cenderung emosional dan tidak terarah.

2. Kurang Belajar dan Mengabaikan Analisis

Kesalahan besar lainnya adalah malas melakukan analisis sebelum membeli saham.

Investor pemula sering hanya mengandalkan rekomendasi di media sosial tanpa mempelajari laporan keuangan, prospek bisnis, dan kondisi industri dari perusahaan tersebut.

Baca Juga:Jangan Tunda Lagi! 3 Cara Ampuh Investasi Meski Gaji UMR

Padahal, analisis fundamental dan teknikal adalah kunci untuk memilih saham yang berkualitas dan minim risiko.

3. Overtrading (Terlalu Sering Jual Beli Saham)

Banyak pemula mengira bahwa semakin sering transaksi, semakin besar peluang keuntungan.

Padahal, overtrading justru bisa menggerus modal karena biaya transaksi dan pajak yang terus bertambah.
Selain itu, terlalu sering melihat pergerakan harga harian membuat emosi tidak stabil, yang bisa menyebabkan keputusan impulsif.

4. Tidak Menerapkan Manajemen Risiko

Investor pemula sering kali menaruh seluruh dana pada satu saham yang dianggap "pasti naik". Ini sangat berisiko.

Praktik investasi yang sehat selalu menekankan pentingnya diversifikasi portofolio dan menetapkan batas cut loss.

Tanpa manajemen risiko, satu keputusan buruk bisa menghabiskan seluruh modal yang dimiliki.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Nge-fans Kamu dengan Lisa BLACKPINK?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Maarten Paes? Kiper Timnas Indonesia yang Direkrut Ajax Amsterdam
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Seberapa Tahu Kamu tentang Layvin Kurzawa? Pemain Baru Persib Bandung Eks PSG
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Keterampilan Berpolitik ala Tokoh Sejarah, Kamu Titisan Genghis Khan atau Figur Lain?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Karakter SpongeBob SquarePants yang Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Jadi Lagu, Genre Apa yang Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Merk HP yang Sesuai Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini