Beberapa rekomendasi yang diusulkan oleh para peneliti antara lain adalah mengadopsi teknologi tanpa meninggalkan tradisi—misalnya, memanfaatkan teknologi untuk mengatur jadwal sanjo, namun tetap mempertahankan esensi pertemuan langsung.
Selain itu, revitalisasi budaya juga disarankan, di mana pemerintah dan tokoh adat berperan aktif dalam mengadakan kegiatan budaya yang melibatkan seluruh warga, untuk memperkuat kembali makna dan esensi dari sanjo itu sendiri.