Kemitraan Pertamina dan Masyarakat Banyuasin Wujudkan Perikanan Berkelanjutan

Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan memiliki potensi sektor perikanan yang besar.

Tasmalinda
Minggu, 06 Oktober 2024 | 18:40 WIB
Kemitraan Pertamina dan Masyarakat Banyuasin Wujudkan Perikanan Berkelanjutan
Pengelolaan pakan terbak biuidaya perikanan di Banyuasin

Pokdakan ini cuma berfokus pada budidaya lele, dan beranggotakan 10 orang.

Pada 2024, Kilang Pertamina Plaju turut mendorong didirikannya Pokdakan Tunas Makmur beranggotakan 12 orang. Aktivitas dua Pokdakan ini berkontribusi pada pemenuhan permintaan patin di Sumatera Selatan.

Sukamto, Ketua Pokdakan Barokah, telah memanen 25 kg ikan patin dari kolam tanahnya, dan dijual dengan harga Rp18.000/kg  pada 3 September 2024 lalu, 

Sementara sepekan sebelumnya (27/8/2024), Pokdakan Tunas Makmur Desa Sungai Gerong memanen 80 kg patin dengan harga yang sama.

Baca Juga:Memorabilia Uang Rupiah Pecahan Rp10.000 Tahun Emisi 2005 Diresmikan di Sumsel

Mitigasi Kepunahan Biodiversitas Ikan Lokal

Program TJSL Belida Musi Lestari, Kilang Pertamina Plaju fokus pada isu biodiversitas (keanekaragaman hayati) perikanan khas Sumsel, seperti Belida (Chitala Lopis & Notopterus notopterus) yang kini terancam punah.

Bersama Badan Riset & Inovasi Nasional (BRIN), Pertamina telah mengkonservasi sebanyak 273 ikan Belida.

Selain itu, untuk memitigasi dan mencegah ikan-ikan lokal Sumsel lain agar tak mengalami ancaman kepunahan seperti Belida, dilakukanlah budidaya dalam kawasan perikanan terintegrasi seperti yang saat ini dilakukan Pokdakan Barokah dan Tunas Makmur di Sungai Gerong. Dua

Pokdakan ini turut pula menjadi ekosistem pendukung konservasi dengan menyediakan pakan hidup untuk konservasi ikan Belida.

Baca Juga:Uang Rp3,4 Juta Berhamburan di Jalan, Kisah Jujur Pengemudi Mobil Bikin Haru

Masyarakat pun punya kesempatan belajar lebih dahulu secara berkala soal konservasi Belida jika nanti sudah siap dilepas ke masyarakat.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini