SuaraSumsel.id - Debat Calon Presiden (Capres) yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) penuh dengan dialektika gagasan mengenai situasi bangsa saat ini.
Salah satu pertanyaan yang diajukan dalam debat bertema "Pemerintahan, Hukum, HAM, Pemberantasan Korupsi, Penguatan Demokrasi, Peningkatan Layanan Publik dan Kerukunan Warga", mengenai indeks demokrasi.
Capres Anies Baswedan pun berkesempatan terlebih dahulu menjelaskan mengenai gagasan persoalan kehidupan demokrasi saat ini.
Dia mengkritisi mengenai sudah sangat sedikitnya partai yang menempatkan diri sebagai posisi. Bahkan kalangan yang menyuarakan ide dan gagasan secara terbuka di negara demokrasi dengan sangat mudah diberi label sebagai kalangan opisisi.
Baca Juga:Dipicu Digitalisasi Dan Efisiensi, 126 Kantor Bank di Sumsel Tutup
Dalam kalimat pernyataannya mengkritik jika makin sedikitnya kalangan yang menempatkan diri sebagai oposisi, Anies memulai dengan menyatakan jika tidak semua (parpol) tahan menjadi kalangan oposisi.
Bahkan capres yang diusung partai NasDem ini pun kemudian menegaskan kalimat pernyataan yang disebutkannya sebagai kalimat berasal dari Prabowo Subianto.
“Seperti yang bapak sebut, tidak semua kuat berada di kekuasaan, tidak berada di kekuasaan, tidak bisa berbisnis,” ujar Anies.
Selain tema demokrasi, debat kemudian mengajukan pertanyaan mengenai kepedulian kelompok rentan dalam mendapatkan kesetaraan kepada capres lainnya.
Acara debat pun disambung berbagai subtema sesuai dengan tema utama.
Baca Juga:Petinggi KONI Sumsel Didakwa Rugikan Negara Rp3,4 Miliar dari Dana Hibah Pemprov Sumsel