"Piye le ngomong (Gimana ngomongnya)?" kata Farel Prayoga bingung.
Melihat situasinya makin tegang, panitia kemudian memberikan kertas pada Gus Miftah. Isinya menjelaskan jika Farel bukanlah seorang muslim.
"'Mohon izin Abah, info dari panitia, Mas Farel nonmuslim'. Oh kamu nonmuslim tah Le? Oh wis rapopo. Mangkat neng gerejo (enggak apa-apa, berangkat ke gereja). Agamamu apa? Kristen, Katolik?" ujar Gus Miftah sambil membacakan informasi dari panitia.
Farel kembali berusaha tidak membahas agamanya.
Baca Juga:Mantan Kasat Reskrim OKU Sumsel Jadi Tersangka Tragedi Stadion Kanjuruhan Malang
"Mbuh (Enggak tahu). Enggak lah, privasi," jawab Farel tersipu malu.
![Gus Miftah saat ditemui di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Rabu (14/9). [Suara.com/Oke Atmaja]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/09/14/26758-gus-miftah-di-grand-hyatt.jpg)
Mengetahui situasi yang tidak berimbang itu, Gus Miftah menasehati Farel agar kemudian beribadah yang taat dalam menganut agama yang dianut.
"Pokoknya apa pun agamamu, yang penting beribadah sesuai kepercayaanmu. Jadi kalau kamu Kristen ya berangkat ke gereja, kalau kamu Budha ya berangkat ke vihara. Karena Indonesia semua agama dilindungi oleh negara," imbuh Gus Miftah.