"Nanti kalau dalam musra ini sudah ketemu siapa, tolong saya dibisiki. Kan ini forum-nya rakyat, boleh rakyat bersuara kan? Ini karena negara ini adalah negara demokrasi," ungkap Presiden.
Presiden pun mengatakan usulan agar ia kembali mencalonkan diri pada 2024 baru merupakan wacana.
"Jangan sampai ada yang baru ngomong 3 periode kita sudah ramai. Itu kan tataran wacana kan? Kan boleh saja orang menyampaikan pendapat, orang kalau ada yang ngomong 'Ganti presiden' kan juga boleh, ya ndak? 'Jokowi mundur', kan juga boleh," kata Presiden.
Namun menurut Presiden, usulan-usulan tersebut baru sebatas wacana yang belum tentu akan dilakukan.
Baca Juga:Tampil Depan Jokowi, Farel Prayoga Bisa Beli Mobil dan Rumah
"Ini katanya negara demokrasi kan, itu kan tataran wacana nggak apa-apa. Yang paling penting sekali lagi saya ingatkan dalam menyampaikan pendapat, menyampaikan aspirasi, jangan anarkis," tambah Presiden.
Presiden lalu meminta salah satu relawan untuk maju ke panggung.
"Nama saya Jeni," kata seorang relawan yang diundang ke panggung.
"Bu Jeni, capresnya mau milih siapa?" tanya Presiden.
"Pak Jokowi, Pak Jokowi lagi," jawab Jeni.
Baca Juga:Dinamai Seperti Penguasa Arab, Panembahan Al Saud Nasution Cucu Jokowi Calon Presiden Masa Depan?
"Wong sudah diberitahu konstitusinya nggak boleh," ungkap Presiden.