facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Presiden Jokowi Bakal Temui Vladimir Putin Akhir Bulan Ini, Dinilai Pertemuan Penting

Tasmalinda Kamis, 23 Juni 2022 | 12:55 WIB

Presiden Jokowi Bakal Temui Vladimir Putin Akhir Bulan Ini, Dinilai Pertemuan Penting
Presiden Jokowi Bakal temui Vladimir Putin akhir bulan ini. [Sergei Guneyev/Sputnik/AFP]

Presiden Rusia Vladimir Putin dijadwalkan untuk bertemu dengan Presiden Joko Widodo pada 30 Juni mendatang.

SuaraSumsel.id - Presiden Joko Widodo pada 30 Juni mendatang dijadwalkan akan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin. Pertemuan ini disebut sebagai pertemuan penting kedua negara.

“Ini akan menjadi kunjungan yang sangat penting. Kami sedang mempersiapkannya,” kata seorang sumber di pemerintah Rusia seperti dikutip kantor berita TASS, Kamis.

“Presiden Joko Widodo dari Indonesia akan mengunjungi Moskow pada 30 Juni,” katanya.

Indonesia dinilai merupakan mitra penting bagi Rusia yang telah menjaga hubungan ekonomi dan politik secara intensif.

Baca Juga: Sumsel Butuh Delapan Pesawat Helikopter, Cegah dan Kendalikan Karhutla

Dia pun memastikan jika Putin akan hadir karena telah diundang KTT G20, yang tahun ini diketuai oleh Indonesia.

“Kami tentu akan hadir," ujarnya, seraya menambahkan bahwa format kehadiran Putin akan ditentukan kemudian.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi sebelumnya mengatakan pada Rabu (22/6) bahwa Presiden Jokowi akan melakukan pertemuan dengan Presiden Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dalam kunjungan ke kedua negara tersebut pada akhir Juni.

Jokowi akan menjadi pemimpin negara Asia pertama yang mengunjungi kedua negara itu sejak Rusia melancarkan apa yang mereka sebut sebagai "operasi khusus" di Ukraina.

Kunjungan Jokowi merupakan cerminan kepedulian terhadap kemanusiaan dan upaya memberikan kontribusi untuk menangani dampak yang dirasakan berbagai negara di dunia akibat peperangan tersebut.

Baca Juga: Waspada! 8 Wilayah di Sumsel Ini Ditemukan Hewan Ternak Terjangkit PMK

“Mencoba memberikan kontribusi untuk menangani krisis pangan yang diakibatkan karena perang dan dampaknya dirasakan oleh semua negara, terutama negara berkembang dan negara berpenghasilan rendah,” ujarnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait