facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Diterjang Angin Puting Beliung, Rusmaini Lari Berhamburan Lihat Seng Rumah Beterbangan

Wakos Reza Gautama Sabtu, 28 Mei 2022 | 17:26 WIB

Diterjang Angin Puting Beliung, Rusmaini Lari Berhamburan Lihat Seng Rumah Beterbangan
Rumah warga di Kelurahan Air Temam, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, Kota Lubuklinggau Sumatera Selatan (Sumsel), rusak akibat diterjang angin puting beliung, Jumat (27/5/2022). [Suarasumsel.id/Malik]

kejadian angin puting beliung berlangsung cukup cepat

SuaraSumsel.id - Angin puting beliung menerjang wilayah Kelurahan Air Temam, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan (Sumsel), Jumat (27/5/2022) sekitar pukul 17.00. 

Akibat terjangan angin puting beliung di Air Temam, Lubuklinggau ini, sebanyak 13 rumah warga rusak baik berat maupun sedang.

"Angin kencang juga merusak atap sekolah SDN 65," kata Anggota Tagana sekaligus Staf Dinas Sosial (Dinsos) kota Lubuklinggau, Nopi Arian Sandi.

Pihaknya mengaku telah melakukan pendataan dan mengevakuasi warga yang rumahnya terdampak.

Baca Juga: Angin Puting Beliung Rusak 12 Rumah di Pesisir Karimun: Dinding dan Atap Tersapu

Saat ini sebagian besar warga yang rumahnya rusak akibat puting beliung memilih untuk mengungsi ke rumah kerabat ataupun keluarganya yang masih berdekatan.

Pascakejadian, Sabtu (28/5/2022) sejumlah warga mulai memperbaiki rumahnya yang rusak. 

Rusmaini, warga RT 02 yang rumahnya terdampak mengatakan, kejadian angin puting beliung berlangsung cukup cepat. Rumah yang ditempatinya sudah empat tahun itu bagian atapnya rusak dan beterbangan.

"Saat itu saya di dalam rumah bersama anak. Saya baru habis mandi, tiba-tiba seng di atas rumah terbang ditiup angin, langsung saya sama anak keluar rumah menyelamatkan diri," ujar Rusmaini.

Sebelum terjadi angin puting beliung, ia menjelaskan, kondisi langit berwarna hitam pekat disertai hujan lebat.

Baca Juga: Fenomena Hujan Es di Desa Bunga Tanjung OKU Bikin Takjub Warga, Netizen: Coba Panggil Mba Rara

Tak lama berselang, angin kencang bergemuruh langsung merusak kerangka atap rumah dan menerbangkan seng di atasnya hingga terbang sejauh 4 meter ke belakang rumah.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait