Jusuf Kalla Imbau Sistem Pengeras Suara Masjid Diperbaiki: Jemaah Tidak Mengerti, Jika Suaranya Dengung

Jusuf Kalla minta pengurus masjid memperbaiki sistem pengeras suara di tempat ibadah masing-masing.

Tasmalinda
Rabu, 16 Maret 2022 | 17:28 WIB
Jusuf Kalla Imbau Sistem Pengeras Suara Masjid Diperbaiki: Jemaah Tidak Mengerti, Jika Suaranya Dengung
Ketua Umum PP DMI, H Jusuf Kalla saat melantik pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) di Masjid Agung Al Falah Jambi,

SuaraSumsel.id - Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla meminta kepada para pengurus masjid untuk memperbaiki sistem pengeras suara di tempat ibdah masing-masing.

Hal ini agar dalam menjalankan ibadah tidak terganggu dengan suara yang berdengung.

Jusuf Kalla saat melantik pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Jambi di Masjid Agung Al- Falah di Jambi, Rabu juga meminta Dewan Masjid Indonesia di Provinsi Jambi dapat menjalankan tugasnya dengan baik.

Salah satu tugasnya adalah memperbaiki bunyi pelantang suara yang tidak stabil, sehingga suara dari masjid menjadi berdengung.

Baca Juga:Prakiraan BMKG 16 Maret 2022, Sumsel Bakal Berawan hingga Dini Hari

Menurut mantan wakil presiden itu, suara masjid yang berdengung akan membingungkan jamaah. Jika suara pelantang di masjid tidak bagus, maka akan kedengaran, tetapi sulit untuk dipahami maksud dari apa yang di sampaikan.

"Jika menyampaikan dakwah, maka jamaah tidak mengerti apa yang di sampaikan, jika suaranya dengung," katanya.

Dia mengatakan, ada 10 persen masjid di Indonesia yang baru saja diperbaiki. Dengan demikian masih banyak yang belum diperbaiki.

Melansir ANTARA, Dewan Masjid Indonesia Provinsi Jambi segera menindaklanjuti apa yang diperintahkan oleh Jusuf Kalla itu.

"Memang sound sistem di masjid ini belum optimal dalam menyampaikan syiar agama di masjid," kata Sekjen DMI Provinsi Jambi Rusli Adam.

Baca Juga:TNI AL Amankan Belasan Pria dan Wanita Asal Sumsel hingga NTB di Sumut

Dia mengatakan dengan sound sistem yang kurang bagus, memang akan menghambat jamaah mencerna saat dai atau khutbah yang disampaikan tak bisa diserap maksimal.

"Kami akan maksimalkan ini, sehingga semua masyarakat bisa menerima dan mencerna dengan baik apa yang disampaikan saat syiar agama," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini