PBNU Sebut Mayoritas Petani Kelapa Sawit dari Aceh hingga Lampung, Warga NU

Mencapai 80 persen petani sawit disebut menjadi bagian dari anggotaNahdlatul Ulama atau NU.

Tasmalinda
Sabtu, 05 Maret 2022 | 06:15 WIB
PBNU Sebut Mayoritas Petani Kelapa Sawit dari Aceh hingga Lampung, Warga NU
Ketua PBNU, Gus Yahya saat hadir di Palembang [Suara.com/Melati Putri R]

SuaraSumsel.id - Mencapai 80 persen petani sawit disebut menjadi bagian dari anggota Nahdlatul Ulama atau NU. Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) di hadapan menteri Airlangga Hartanto, menegaskan jika mayoritas petani sawit di Sumatera, dari Aceh hingga Lampung merupakan warga NU.

“Oleh karena itu, PBNU mendukung program bantuan tanam sawit," kata Gus Yahya melansir dari ANTARA.

Gus Yahya menjelaskan, bantuan kepada petani sawit merupakan salah satu serangkaian kerja sama NU dengan Pemerintah dari berbagai kementerian.

NU sudah bekerja sama program kampung nelayan dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan, juga kerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Kementerian BUMN.

Baca Juga:Langkah Pemprov Sumsel Menjaga Regenerasi Perajin Kain Songket Palembang

“PBNU ingin membantu Pemerintah agar bisa diperankan dalam program-program yang bersentuhan langsung kepada rakyat,” katanya.

Di kesempatan memberikan arahan kepada 600 peserta  Halaqah Lingkungan Hidup, Temu UKMK dan Petani Sawit Harlah Ke-99 NU Wilayah Barat di Palembang Sumatera Selatan, Wakil Ketua PBNU Nasron Wahid mengatakan petani kelapa sawit hampir 80 persen adalah anggota NU.

"Maka, wajib bagi pengurus NU untuk mengurusi warganya yang hidup dari kelapa sawit," ujarnya  Kamis (3/3/2022).

"Setiap satu MWC akan ada satu koperasi petani sawit NU," sampainya dihadapan 600 anggota dari 10 pengurus wilayah NU dan 99 pengurus cabang NU se Sumatera.

Nasron berkeyakinan kalau setiap koperasi petani sawit NU nantinya mampu mengorganisir 500 hektar kelapa sawit. Dia mencotohkan pada koperasi MWC NU Kecamatan Rambang, Muara Enim Sumsel.

Baca Juga:Capaian Vaksinasi Booster di OKU Sumsel Baru 3,18 Persen

"Mereka mengelola 370 hektar sawit dan mendapatkan bantuan Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dari pemerintah satu hektarnya sebesar Rp30 juta rupiah," lanjut dia.

Karena itu Nasron menganggap kalau MWC Kecamatan Rambang telah berhasil mengurusi petani sawit NU dan mengajukan replanting ke pemerintah.

Tak hanya itu, kata Nasron, PBNU juga menargetkan setiap MWC NU di Pulau Sumatera minimal mendapatkan seratus hektar hutan sosial. 

"Di pulau sumatera ada sekitar dua juta hektar hutan yang akan diubah statusnya oleh pemerintah menjadi hutan sosial dan diserahkan ke warga sekitar untuk kepentingan produktif," katanya.

"Target PBNU akan diajarkan bagaimana caranya satu mwc di lingkungan NU di Pulau Sumatera minimal mendapatkan 100 hektar," imbuh dia.

"Mulai Jumat (4/3) sampai Sabtu (5/3) akan kami ajarkan peserta semuanya bisa mendapatkan cara mencapai target tersebut," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak