alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

4 Ruangan SMPN 1 Prabumulih Terbakar, Dokumen Akreditasi dan Dana BOS Hangus

Tasmalinda Jum'at, 26 November 2021 | 14:51 WIB

4 Ruangan SMPN 1 Prabumulih Terbakar, Dokumen Akreditasi dan Dana BOS Hangus
SMPN 1 Prabumulih terbakar [ist]

Empat ruangan di SMP Negeri 1 Prabumulih, Sumatera Selatan terbakar.

SuaraSumsel.id - Gedung SMPN 1 Prabumulih ludes terbakar. Gedung sekolah yang berada di jalan Mangga, Kelurahan Wonosari, Kecamatan Prabumulih Utara, Kabupaten Prabumulih hangus dilalap api Jumat (26/11/2021), sekitar pukul 04.30 Wib. 

Untungnya dari kejadian tersebut tidak ada korban jiwa, hanya saja ada empat ruangan yang ludes dilalap api. 

Wakil Kurikulum SMPN I Prabumulih Nuraisyah Yani menuturkan kebakaran terjadi sebelum subuh. Akibat kebakaran tersebut empat ruangan ludes terbakar, yakni ruangan kepala dan wakil kepala sekolah, ruangan guru dan ruangan tempat menyimpan berkas - berkas penting. 

Ditambah lagi banyak dokumen penting yang dilahap si jago merah.

Baca Juga: Viral Pelajar di Sumsel Gotong Royong Perbaiki Jalan Sekolah dan 3 Berita Sumsel Lainnya

"Dokumen keuangan ada dua lemari dan bahkan ada dua berkas yang belum diperiksa, selain itu lemari saya ada tiga lemari yang isinya dokumen akreditasi. Karena kami tahun depan akan persiapan akreditasi," ungkapnya. 

Menurutnya, meski terjadi kebakaran proses belajar mengajar masih tetap dilanjutkan karena ruangan kelas tidak ada yang terbakar. 

" Untuk sumber api belum tahu , sedangkan proses belajar mengajar insyallah masih tetaop adi lanjutkan karena kelas aman. Selain itu  karena tanggal 29 November sampai 3 Desember ini siswa akan ujian," pungkasnya. 

Wali Kota Prabumulih,  Ir. H. Ridho Yahya MM mengatakan jika keberakan sekolah ini ialah musibah.

Pemerintah akan mengalokasikan dana bencana alam guna pembangunan gedung yang terbakar.

Baca Juga: Kisruh Cabor Bulu Tangkis Tidak Ditandingkan di Porprov, PBSI Sumsel Ambil Sikap Ini

“Kita akan menggunakan dana bencana alam dulu untuk merapikan dan membersihkannya. Ini bertujuan agar para anak-anak siswa dan siswi tidak trauma. Nanti di tahun 2022 akan kita bangun lagi,” jelasnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait