Hindari Konflik, Presiden AS dan Cina Bahas Mengelola Persaingan

Presiden Amerika Serikat, Joe Biden menghubungi Presiden China guna membahas upaya menghindari konflik ke dua negara.

Tasmalinda
Jum'at, 10 September 2021 | 13:51 WIB
Hindari Konflik, Presiden AS dan Cina Bahas Mengelola Persaingan
Presiden AS Joe Biden. [Saul Loeb/AFP] Hindari Konflik, Presiden AS dan Cina Bahas Mengelola Persaingan

SuaraSumsel.id - Amerika Serikat tampaknya ingin menjalin komunikasi yang lebih menguntungkan, guna menghindari konflik. Presiden Amerika Serikat Joe Biden berbicara dengan Presiden China Xi Jinping guna membahas upaya menghindari persaingan yang mengarah pada konflik.

Pada Januari 2021 lalu, kedua pemimpin ini pun sudah pernah menjalin komunikasi bilateral setelah hubungan antara Washington dan Beijing berada di posisi terendah.

Sebuah pernyataan Gedung Putih menyebutkan, kedua Presiden membahas isu yang luas dan strategis.

"Diskusi isu-isu yang luas dan strategis," termasuk dalam "bidang-bidang di mana kepentingan kedua negara bertemu, dan bidang di mana kepentingan, nilai, dan perspektif kedua negara berbeda," ujarnya.

Baca Juga:Dua Tersangka Korupsi BUMD PDPDE Sumsel Ditahan di Rutan Salemba

Pertemuan tingkat tinggi yang dilaksanakan sesekali sejak panggilan telepon pertama Xi dan Biden pada Februari telah menghasilkankemajuan dalam banyak persoalan, mulai dari perihal perubahan iklim, hingga hak asasi manusia, dan transparansi tentang asal-usul COVID-19.

Selama bulan-bulan berikutnya, kedua belah pihak telah menyerang satu sama lain hampir terus-menerus.

AS dan China pun sering menggunakan serangan publik yang tajam, menjatuhkan sanksi pada pejabat satu sama lain dan saling mengkritik dalam hal tidak menegakkan kewajiban internasional masing-masing.

Bendera Cina. (pixabay/ )
Bendera Cina. (pixabay/ )

"Presiden Biden menggarisbawahi kepentingan abadi Amerika Serikat dalam perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di Indo-Pasifik dan di dunia dan kedua pemimpin membahas tanggung jawab kedua negara untuk memastikan persaingan tidak mengarah ke konflik," kata pernyataan Gedung Putih.

Pemerintahan Biden, yang disibukkan dengan penarikan pasukan AS dari Afghanistan yang berlangsung kacau, telah mengisyaratkan mengakhiri perang terpanjang Amerika.

Baca Juga:Kriminalitas Meningkat, Kapasitas Lapas di Sumsel Over 200 Persen

Menteri Luar Negeri China, Wang Yi berbicara dengan Menko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan di Beijing pada 24 Oktober 2018. [AFP/Daisuke Suzuki]
Menteri Luar Negeri China, Wang Yi berbicara dengan Menko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan di Beijing pada 24 Oktober 2018. [AFP/Daisuke Suzuki]

Namun, Beijing dengan cepat memanfaatkan kegagalan AS di Afghanistan untuk mencoba menggambarkan Amerika Serikat sebagai mitra yang berubah-ubah.

Menteri Luar Negeri Cina Wang Yi pada Agustus mengatakan jika Washington seharusnya tidak mengharapkan kerja sama Cina dalam masalah di Afghanistan atau masalah lain jika AS tidak mencoba "menahan dan menekan" Cina. (ANTARA)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini