Ia pun mengungkap kesan lainnya soal sosok Heriyanti. Anak bungsu Akidi Tio, Heriyanti minta penjagaan agar tidak diganggu saat ziarah ke makam orang tuannya tersebut

“Dia (Heriyanti) tidak suka diganggu kalau lagi sembahyang dan ziarah, kan kadang ada yang suka minta uang rokok atau apalah. Nah, itu saya pesan juga ke keponakan tolong jagain aja, jangan sampai ada yang ganggu ibu Heriyanti.”
Setiap bulan Maret, Sulaiman dan keponakan sudah mulai membersihkan makam Akidi Tio, guna menjelang ritual Cheng Beng.
Sulaiman ditunjuk Heriyanti untuk menjaga makam Akidi Tio, sejak 2009 silam. Saat pemakaman Akidi Tio, Sulaiman ialah sosok yang pertama ditemui Heriyanti.
Baca Juga:Danau Ranau Sumsel Tak Masuk Skala Prioritas Nasional, Ini Alasannya
![Unggahan soal Akidi Tio [Instagram]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/07/30/57715-unggahan-soal-akidi-tio-instagram.jpg)
"Makam Akidi Tio, saya yang buat. Dananya Rp18 juta. Sebelum mendiang Akidi Tio meninggal dunia, keluarga memang sudah memesan tanah makam seluas 10 meter x 6 meter tersebut," ujar ia.
Batu nisan mendiang Akidi Tio berwarna abu-abu dengan ukuran yang besar dan kini makam tersebut bersebelahan dengan makam istrinya yang bernama Ratna.