facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Bahan Baku Berlimpah, Kearifan Lokal Purun Sumsel Butuh Pasar

Tasmalinda Selasa, 08 Juni 2021 | 18:44 WIB

Bahan Baku Berlimpah, Kearifan Lokal Purun Sumsel Butuh Pasar
Pengerajin purun di OKI Sumatera Selatan [Fitria/Suara.com] Bahan Baku Berlimpah, Kearifan Lokal Purun Sumsel Butuh Pasar

Purun tidak hanya sebatas komoditas, namun juga terdapat kearifan lokal masyarakat terutama mereka yang tinggal di kawasan gambut.

Para pengrajin juga turut melakukan penanaman purun di lahan gambut Desa Pulau Geronggang. Wanita dan Lelaki bekerjasama melakukan penanaman kembali pada tanaman tersebut agar dipanen dua bulan lagi atau ketika tingginya sudah mencapai 1,5 meter.

Di tempat tersebut,  Cik Noni juga memiliki keresahan tersendiri menjadi pengrajin purun, wanita paruh baya tersebut mengungkapkan dirinya terus belajar menyesuaikan dengan pengrajin yang lain untuk membuat inovasi.
Mempelanjari hal baru, diakuinya tidak mudah.

"Kami yang tua-tua ini cuma pandai menganyam tikar purun. Jika yang masih muda bisa belajar melalui internet atau ikut pendampingan," ujar ia.

Pengerajin purun di OKI, Sumatera Selatan [Fitria/Suara.com]
Pengerajin purun di OKI, Sumatera Selatan [Fitria/Suara.com]

Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Industri OKI Herliansyah Hilaludin menggungkapkan, pihaknya ingin membantu meningkatkan kualitas anyaman Purun sehingga dapat memasarkan lebih jauh. Selama ini bukan tidak memiliki pasar, namun dianggapnya terbatas hanya momen tertentu.

Baca Juga: Jangan Keliru, Ini Tahapan Pendaftaran PPDB Sumsel 2021

"Yang kita butuhkan saat ini adalah mentor kemudian yang bisa mengarahkan untuk mengekspor,"katanya.

Bupati Ogan Komering Ilir atau OKI juga telah mengeluarkan surat edaran nomor 1 tahun 2020 yang berisi himbauan untuk memakai produk dari kerajinan purun sebagai bentuk kepedulian pada potensi budaya dan kearifan lokal.

"Edaran mengintervensi penggunaan kreasi purun di perkantoran seperti kotak tisu, bingkai kaca, wadah alat kantor dan lainnya," jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut juga, Eco Fashion Indonesia memperkenalkan paduan kreasi tas purun, kulit dari pengrajin Garut, Jawa Barat serta tali tenun khas batak, Sumatera Utara menjadi produk yang ciamik dan bisa dijual dengan harga yang jauh lebih tinggi.

Tak hanya Desa Geronggang, Pedamaran Timur Kabupaten OKI, Sumsel, Kalimatan Selatan juga memiliki produksi purun yang berkualitas di Indonesia.
 
 
Kontributor: Fitria 

Baca Juga: Wajib Ingat, Ini Jadwal PPDB SMA di Sumsel Tahun 2021

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait