alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Novel Baswedan: Jokowi Membebaskan Kami dari Tuduhan Tak Berkebangsaan

Tasmalinda Selasa, 18 Mei 2021 | 16:22 WIB

Novel Baswedan: Jokowi Membebaskan Kami dari Tuduhan Tak Berkebangsaan
Novel Baswedan dalam acara Mata Najwa, Rabu (17/6/2020) (YouTube). Novel Baswedan: Jokowi Membebaskan Kami dari Tuduhan Tak Berkebangsaan

Pidato Jokowi terkait penonaktifan 75 pegawai KPK yang tidak lulus tes ASN dinilai menyelematkan dari stigma dan tuduhan tidak berkebangsaan.

SuaraSumsel.id - Pidato Presiden Joko Widodo yang memberikan sikap atas penonaktifan 75 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK mendapatkan apresiasi dari penyidik senior, Novel Baswedan.

Penyidik senior KPK, Novel Baswedan pun memberikan apresiasi atas sikap tegas Presiden Joko Widodo atau Jokowi tersebut.

Sikap tegas yang ditunjukan Jokowi itu terkait jangan sampai 75 pegawai KPK yang dinyatakan tidak lulus ASN sampai diberhentikan dari jabatannya hanya karena tes wawasan kebangsaan (TWK).

Novel pun menganggap soal-soal TWK yang dibuat pimpinan KPK Firli Cs  justru membentuk stigma negatif bagi para pegawai yang tak lulus. 

Baca Juga: Hari Jadi Selisih Setahun Proklamasi Indonesia, Ini Sederet Gubernur Sumsel

 "Proses TWK yang dibuat pimpinan KPK 'seolah 75 pegawai KPK tidak lulus itu' membuat stigma tidak berkebangsaan atau tidak pancasilais," kata Novel melalui akun Twitternya @nazaqistsha, Selasa (18/5/2021).

Novel pun mengungkapkan ucapan terima kasihnya kepada Jokowi dalam pidatonya itu, yang membebaskan 75 pegawai KPK tersebut dari tuduhan yang dianggap tidak memiliki ras cinta kepada bangsanya.

"Alhamdulillah dengan pidato pak Presiden Jokowi  telah membebaskan kami dari tuduhan itu. Terima kasih pada @jokowi, apresiasi atas perhatian bapak," tutup Novel.

Sebelumnya, Jokowi menegaskan tidak ada alasan 75 pegawai KPK untuk nantinya diberhentikan sebagai pegawai KPK. Meski, mereka dinyatakan tidak lulus dalam TWK. 

"Hasil tes Wawasan kebangsaan terhadap pegawai kpk hendaknya menjadi masukan untuk langkah-langkah perbaikan KPK, baik terhadap individu-individu maupun institusi KPK dan tidak serta merta dijadikan dasar untuk memberhentikan 75 pegawai kpk yang dinyatakan tidak lulus tes," ungkap Jokowi melalui keterangannya, Senin (17/5/2021).

Baca Juga: Dinkes Klaim Vaksin AstraZaneca yang Didistribusikan di Sumsel Aman

Sumber: Suara.com

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait