Malah Gus Miftah sempat menyebut Abu Janda tidak memiliki adab dan sopan santun sebagai orang NU.

“Saya tidak melarang, mau menjadi mencounter attack pemahaman radikal, tapi hendaknya santun. Kalimatnya lebih detail dan harusnya lebih bisa bijaksana sebagaimana orang NU,” tegas Gus Miftah.
Abu Janda sebelumnya juga panjang lebar menjelaskan mengenai tulisannya yang dinilai hanya dimaknai sepotong-potong.
Apalagi jika menganggap kalimatnya dianggap berdiri sendiri
Baca Juga:Dua Sidang Gugatan Pilkada di Sumsel Ini Berlanjut di Mahkamah Konstitusi
“Padahal, tulisan itu ialah tanggapan cuitan Tengku Zul yang berbicara minoritas yang arogan terhadap mayoritas. Dua penggalan kalimat akhirnya itu yang saya mau jawab,” terang Abu Janda.
Meski begitu, Gus Miftah juga berharap agar Abu Janda semakin bijaksana menjelaskan pemahamannya.
“Untungnya dia ini lebih terbuka, jika masih ngeyel tadi, sudah tak pukul-pukul,” timpal Gus Miftah.