facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Mendulang Bahagia, Berbisnis Kudapan Tradisional Meski Pandemi

Tasmalinda Kamis, 31 Desember 2020 | 18:36 WIB

Mendulang Bahagia, Berbisnis Kudapan Tradisional Meski Pandemi
Kue tradisional Palembang [Dok. Bunda Rayya]

Bisnis kuliner di Palembang berbahagia menikmati layanan ekspedisi di usaha mereka.

Biasanya, kata Yus, pelanggan sudah hapal betul perkiraan ongkos kirim dan waktu pengiriman.

Jika pesanan pembeli dalam jumlah banyak, biasanya petugas membantu menjemput ke toko, namun jika jumlah pengiriman sedikit maka lebih baik dihantarkan langsung ke kantor ekspedisi yang terletak di jalan Mayor Ruslan tersebut.

Kue tradisional Palembang [Dok. Bunda Rayya]
Kue tradisional Palembang [Dok. Bunda Rayya]

“Sebelumnya kami pun sering mengirimkan kue khas Palembang hingga ke Papua, Irian. Hampir seluruh kota di Indonesia sudah pernah dikirim kue basah Palembang. Memang harus dipastikan betul waktunya, agar kue masih enak disajikan dan pelanggan berbahagia,” pungkasnya.

Selama empat tahun menjadi pelanggan ekspedisi ini dibenarkan oleh Koordinator Sales Counter JNE Palembang, Hepni. Ia mengungkapkan jika kue khas Bunda Raya ialah langganan lama sebagai UMKM Palembang.

Baca Juga: Peresmian Jembatan Musi VI Dipadati Warga, Polisi Bubarkan Paksa

Pemesanan kue khas Palembang memang cukup tinggi hingga saat ini. Dahulu, pengiriman UMKM Bunda Rayya bisa 3-5 loyang kue/hari.

Dari komposisi pengiriman di kantor JNE Palembang saja, pengiriman kuliner khas termasuk pempek dan lainnya bisa melebihi 50% dari jenis komoditas yang dikirim.

“Jika kue basah mungkin 25%, termasuk kue khas milik Bunda Rayya. Pengiriman memang perlu dijaga betul, agar pengusaha, pembeli sama-sama bahagia merayakan moment bahagia bersama keluarga,” ungkapnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait