Pedas! Kritik Dokter Tirta soal Slogan 'Patuhi Protokol' Ibarat Kartu Sakti

Asal tertulis 'Patuhi Protokol', seperti kartu sakti. Sedangkan pelaksanaan di lapangan, kalau salah tinggal bilang minta maaf, karena semua tidak terkontrol," kritik Tirta.

Farah Nabilla | Hadi Mulyono
Rabu, 18 November 2020 | 16:05 WIB
Pedas! Kritik Dokter Tirta soal Slogan 'Patuhi Protokol' Ibarat Kartu Sakti
Dokter Tirta di ILC TV One. (Youtube/IndonesiaLawyersClub)

Mereka berdalih, hal ini karena kebijakan WHO-nya yang juga berubah-ubah alias dinamis.

Banyak masyarakat yang melanggar karena pemangku kepentingan seolah tak berdaya ketika yang melanggar protokol kesehatan adalah tokoh, punya massa, atau punya kedudukan penting di negeri ini.

“Kenapa pertanyaannya masyarakat terus melanggar. Kenapa rakyat enggak percaya? Ada jurnalnya dari teman saya, mereka merasa lima bulan di rumah tidak ada hasilnya, akhirnya ngapain saya patuh, akhirnya terjadi pembangkangan sipil,” sambung dr.Tirta.

Lebih dari itu, PSBB dipandang hanya gimmick semata, mulai jam malam Depok, Bandung, Bogor, Jakarta.

Baca Juga:Dinilai Ikut Berkaitan dengan Hajatan Rizieq, DPR: Coba Menag Gak Utus KUA

"Tapi ketika menemukan yang melanggar tokoh, yang punya massa, kekuasaan, enggak bisa ngapa-ngapain," ujarnya lagi.

Dalam kesempatan itu, dr.Tirta merasa apa yang dilakukannya selama ini sebagai relawan Covid-19 adalah murni kemanusiaan, tidak ada kaitannya dengan politik.

“Kalau mau tegas, ayo tegas semua. Jangan karena anak presiden buat di Solo tegur, Pak Habib Rizieq tegur, Surabaya tegur, di Bali tegur, ayo enggak apa-apa. Karena ini netral urusan kemanusiaan, kita singkirkan politiknya, pilkadanya,” katanya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini