“Untuk masyarakat, semoga lebih bijak lagi. Pandemi belum berakhir. Meski berada pada rentang usia produktif yang diperbolehkan menonton. Ingat mungkin ada orangtua atau keluarga yang harus dilindungi di rumah. Jangan sampai kita membawa virus ke rumah,” katanya.
Sebab menurutnya, aktivitas ke bioskop banyak rentetannya. Tidak hanya bertemu dengan sesama penonton tapi juga tentu dengan pengunjung mal lainnya. Ketika pulang, masyarakat perlu memastikan dapat melindungi keluarga di rumah.
“Untuk manajemen mal, mohon ada patroli dari petugas. Jangan hanya di bagian depan screening-nya ketat. Jangan sampai di dalam mal longgar protokol kesehatan,” tambahnya.
Dalam pantauan hari pertama, pihak bioskop cukup ketat dengan scan QR agar pengunjung isi form identitas guna penelusuran kontak.
Baca Juga:Covid-19 Masih Tinggi, Pemko Pekanbaru Belum Izinkan Bioskop Buka
Upaya ini dinilai Iche sangat membantu. Sebab, pendataan NIK dan nomor ponsel sangat perlu untuk mengantisipasi jika muncul kasus baru akan membantu petugas melakukan penelurusan kontak.
“Harusnya tidak hanya bioskop yang memberlakukan itu. Tapi restoran atau kafe yang notabenenya tempat nongkrong dengan durasi lama dan sulit jaga jarak juga perlu lakukan hal serupa,” katanya.
Marcomm OPI Mal Wendy Ansa mengatakan, pihaknya menjamin, protokol kesehatan COVID-19 akan diterapkan secara ketat di bioskop dan tenant-tenant mal lainnya.
“Pihak bioskop XXI menyiapkan aturan ‘customer journey’ mulai dari pengecekan suhu tubuh di pintu masuk, mewajibkan penggunaan masker, scan QR Code bagi calon penonton guna penelusuran kontak, imbauan untuk transaksi tiket non tunai, hingga pengaturan kursi di dalam studio,” jelasnya.
Baca Juga:Bioskop di Palembang Telah Dibuka, Berikut Daftar Film yang Diputar