- Kelompok Wanita Tani Srikandi di Desa Ganesha Mukti memanfaatkan pekarangan rumah untuk membudidayakan sayuran guna mengatasi kesulitan pangan keluarga.
- KWT Srikandi mengolah hasil pertanian lokal menjadi produk keripik bernilai jual serta mengantongi izin Pangan Industri Rumah Tangga.
- Kegiatan budidaya dan usaha produktif tersebut mendapat dukungan pendampingan dari ICRAF, perbankan, serta mitra usaha untuk memperluas pemasaran.
Pengalaman KWT Srikandi memperlihatkan bahwa upaya membangun ketahanan pangan dapat dimulai dari lingkungan paling dekat, yakni rumah tangga.
Pekarangan yang dikelola bersama dapat membantu menyediakan sayuran, sedangkan pengolahan hasil pertanian membuka ruang bagi tumbuhnya kegiatan ekonomi perempuan.
Dalam konteks Ganesha Mukti, pendekatan ini juga berkaitan dengan kondisi lingkungan dan karakteristik lahan gambut. Pengembangan kebun pangan rumah tangga menjadi salah satu cara memperkuat ketersediaan pangan lokal, terutama ketika masyarakat menghadapi perubahan musim dan tantangan dalam kegiatan pertanian.
ICRAF melalui pendampingan Land4Lives, kelompok perempuan mendapatkan penguatan dalam kegiatan pertanian, pengelolaan usaha, serta pengembangan produk pangan. “Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses belajar bersama yang berlangsung di tingkat desa,” imbuhnya.
Namun, keberlanjutan usaha tetap menjadi pekerjaan berikutnya. Penguatan pemasaran, konsistensi produksi, pengelolaan keuangan, dan regenerasi anggota menjadi hal penting agar kegiatan kelompok tidak berhenti ketika pendampingan program berakhir.
Dari kebun kecil di sekitar rumah hingga produk yang dipasarkan ke luar desa, KWT Srikandi menunjukkan bahwa perempuan dapat mengambil peran strategis dalam rantai pangan lokal. Mereka bukan hanya mengelola kebutuhan dapur keluarga, tetapi juga ikut mengembangkan kegiatan produksi dan usaha.
Pekarangan mungkin tidak selalu luas. Namun, ketika dikelola bersama dan dihubungkan dengan kegiatan ekonomi, ruang sederhana itu dapat menjadi awal bagi kemandirian pangan sekaligus tumbuhnya usaha perempuan di desa.
Tag
Berita Terkait
-
IIPK Bank Sumsel dan TP PKK Sumsel Babel Perkuat Peran Perempuan dan Ketahanan Keluarga
-
Dari Pekarangan ke Merah Putih: Ketika Ketahanan Pangan Tak Lagi Cukup Sekadar Menanam
-
Hari Kartini 2026, BRI Dorong Perempuan Berdaya Lewat Srikandi Pertiwi
-
Perkuat Peran Perempuan, BRI Hadirkan Kepemimpinan Inklusif dan Akses UMKM Lebih Luas
-
Panen Padi Kalium Humat Jadi Bukti Hilirisasi Batubara Menguatkan Ketahanan Pangan
Terpopuler
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
Terkini
-
Dari Pekarangan ke Pasar, Perempuan Ganesha Mukti Membangun Kemandirian Pangan
-
Belum Ada Konferensi Pers Penangkapan Pelaku, Koalisi Pers Sumsel Siapkan Aksi 11 November
-
Bermain di Teras Saat Hujan, Bocah 12 Tahun di Gandus Palembang Tewas Tersengat Listrik
-
Chandra Asri Group Hadirkan Akses Air Bersih Bagi Masyarakat Bengkulu Melalui Pembangunan Sumur Bor
-
Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti