- Manager Legal RAWANG, Kartika Lestari, memaparkan kerugian akibat karhutla di Sumatera Selatan pada 28 Oktober 2026.
- Kebakaran hutan dan lahan menyebabkan 438.120 kasus ISPA serta memaksa siswa sekolah menjalani pembelajaran jarak jauh selama 47 hari.
- Organisasi RAWANG mengusulkan kajian ekonomi berbasis gender dan penggunaan ukuran DALY untuk menghitung kerugian dampak karhutla.
"RAWANG mengusulkan penggunaan Disability-Adjusted Life Year (DALY), yakni ukuran beban penyakit yang memperhitungkan tahun hidup sehat yang hilang akibat kematian dini maupun kondisi sakit atau disabilitas," ujarnya.
Dalam simulasi yang dipaparkan, organisasi tersebut memperkirakan 18.747 balita dengan ISPA dapat berkaitan dengan sekitar 281 tahun hidup sehat yang hilang, berdasarkan asumsi durasi sakit 14 hari dan bobot disabilitas tertentu. RAWANG juga membuat simulasi yang mengonversi estimasi beban kesehatan menjadi nilai ekonomi.
RAWANG turut menyoroti kerentanan ekosistem gambut, pengeringan lahan, perubahan fungsi kawasan, dan pengawasan konsesi sebagai persoalan yang perlu ditelusuri dalam upaya mencegah kebakaran berulang.
Organisasi tersebut menilai penanganan karhutla tidak cukup berfokus pada pemadaman setelah titik api muncul. Perlindungan gambut, pengawasan pengelolaan lahan, dan pencegahan kebakaran harus berjalan beriringan dengan perlindungan kesehatan serta pendidikan masyarakat.
RAWANG juga mengusulkan penguatan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak, kajian kerugian ekonomi berbasis gender, pendanaan pemulihan gambut, serta peningkatan akses keadilan bagi warga yang terdampak kabut asap.
Berita Terkait
-
Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla
-
Hujan Guyur Palembang Usai 4 Bulan Kabut Asap, BMKG Ingatkan Warga Tak Minum Air Hujan
-
Prabowo Salurkan Rp200 Miliar untuk Karhutla Sumsel, Ini Rincian Dana untuk 15 Daerah
-
DPRD Sumsel Desak Polisi Tindak 20 Korporasi Karhutla, Sejauh Mana Penyidikannya?
-
Karhutla Sumsel Terus Berulang, Gambut Mengering dan Kearifan Lokal Kian Terabaikan
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Sopir Logistik Diminta Setop Masuk Empat Lawang, Ada Cerita Perampokan Pukul 05.00 WIB
-
PBB IGM Palembang Menunggak Rp2,33 Miliar, Bapenda dan Yayasan Beda Pandangan soal Status Nirlaba
-
438 Ribu Kasus ISPA di Sumsel, Siapa Menghitung Kerugian Perempuan dan Anak akibat Karhutla?
-
Edison Didakwa Terima Rp4,67 Miliar dalam Kasus Smart Board, Jaksa Ungkap Dugaan Transaksi Bertahap
-
Bisnis Properti Sumsel Tak Lagi Baik-Baik Saja, REI Ungkap Penurunan Permintaan di Semua Segmen