Tasmalinda
Selasa, 27 Oktober 2026 | 21:45 WIB
PT Bukit Asam (PTBA) bersama tim peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Kelompok Tani Tampang Jaya
Baca 10 detik
  • PTBA dan UGM menguji pupuk kalium humat dari batu bara di Sawahlunto pada 27 Oktober 2026.
  • Uji coba bertujuan meningkatkan hasil panen gabah petani dan memperbaiki kualitas lahan pertanian masyarakat setempat.
  • Tim peneliti UGM dan Dinas Pertanian Sawahlunto turut mendampingi petani dalam pelaksanaan program pengujian tersebut.

Keterlibatan peneliti dan penyuluh diharapkan membantu petani memahami cara penggunaan produk sekaligus mendukung pengamatan terhadap perkembangannya pada tanaman.

Sebelum diterapkan di Sawahlunto, pengujian produk hilirisasi batu bara ini disebut telah dilakukan di Sumatera Selatan dan sejumlah wilayah di Pulau Jawa. PTBA menyatakan pengujian sebelumnya memberikan hasil yang sesuai dengan target riset, meski rincian angka hasil panen tidak dicantumkan dalam keterangan perusahaan.

Hilirisasi Batu Bara Menyasar Sektor Produktif

Bagi PTBA, pengembangan kalium humat menjadi bagian dari upaya memperluas pemanfaatan batu bara melalui inovasi dan riset. Produk ini diarahkan untuk membuka peluang penggunaan hasil olahan batu bara di sektor pertanian, yang berkaitan langsung dengan produktivitas lahan dan ketahanan pangan.

Keberhasilan program di Sawahlunto nantinya akan bergantung pada hasil pengujian di lahan petani, termasuk efektivitas pupuk dan manfaatnya terhadap produksi gabah.

Jika hasil uji coba memenuhi target, inovasi tersebut berpotensi menjadi salah satu alternatif pemanfaatan batu bara yang menghasilkan nilai tambah sekaligus mendukung sektor pertanian.

Melalui kolaborasi dengan UGM dan pemerintah daerah, PTBA berharap hilirisasi batu bara tidak berhenti pada pengembangan produk, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung penguatan ketahanan pangan nasional.

Load More