- Tiga mahasiswa dari keluarga kurang mampu berhasil menyelesaikan kuliah berkat bantuan program BIDIKSIBA dari PTBA.
- Fahrezi, Novendri, dan Riella sukses lulus tepat waktu dari politeknik negeri berbeda dengan prestasi membanggakan.
- Program pendidikan PTBA ini bertujuan membantu generasi muda sekitar wilayah operasional untuk mengubah masa depan keluarga.
SuaraSumsel.id - Keterbatasan ekonomi tak selalu menjadi penghalang untuk meraih pendidikan tinggi. Fahrezi Al Ghifahri, Novendri, dan Shangriella Andika Chandra Kirana membuktikannya. Ketiganya berhasil menyelesaikan pendidikan tinggi dengan dukungan program Bantuan Biaya Pendidikan Mahasiswa Sekitar Bukit Asam (BIDIKSIBA) dari PT Bukit Asam (PTBA).
Program yang dijalankan PTBA, anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID, ini membuka kesempatan bagi generasi muda di sekitar wilayah operasional perusahaan untuk melanjutkan pendidikan dan mengembangkan potensi mereka.
Di balik keberhasilan ketiga mahasiswa tersebut, ada perjuangan menghadapi keterbatasan ekonomi, tanggung jawab keluarga, hingga harapan untuk mengubah masa depan.
Bagi Fahrezi Al Ghifahri, pemuda asal Tanjung Enim, kesempatan mengenyam pendidikan tinggi sempat terasa jauh dari jangkauan. Ayahnya didiagnosis menderita kanker usus stadium akhir sehingga kondisi keluarga menjadi tantangan tersendiri.
Harapan untuk melanjutkan pendidikan kembali terbuka ketika Fahrezi memperoleh bantuan melalui program BIDIKSIBA. Ia kemudian menempuh pendidikan Teknik Mesin di Politeknik Negeri Malang dan berhasil menyelesaikan studinya tepat waktu.
Kini, Fahrezi bercita-cita membangun karier sebagai maintenance and reliability engineer di sektor manufaktur. “Dari hari itulah semua mimpi saya berasa nyata untuk digapai,” kenang Fahrezi.
Perjuangan serupa dijalani Novendri, putra seorang pedagang sembako asal Lahat. Ia menjadi anak pertama di keluarganya yang berkesempatan menempuh pendidikan tinggi.
Dukungan BIDIKSIBA, termasuk fasilitas laptop, membantunya mengembangkan minat di bidang teknologi dan robotika. Berbekal kesempatan tersebut, Novendri menyelesaikan studi Manajemen Informatika di Politeknik Negeri Sriwijaya dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,90 dan predikat cumlaude.
Setelah lulus, ia ingin berkarier sebagai programmer profesional. Tak berhenti di sana, Novendri juga berharap dapat membuka lapangan kerja sehingga keahliannya bisa memberikan manfaat bagi orang lain.
Baca Juga: PTBA Raih Tiga Penghargaan Anugerah Humas Indonesia 2026, Wujudkan Transformasi Nyata
Kisah lain datang dari Shangriella Andika Chandra Kirana, yang akrab disapa Riella. Tumbuh dalam keluarga dengan orang tua tunggal, ia mendapatkan dukungan BIDIKSIBA untuk menyelesaikan pendidikan Budidaya Tanaman Pangan di Politeknik Negeri Lampung.
Selama menempuh pendidikan, Riella berhasil meraih predikat mahasiswa berprestasi. Pengalaman tersebut semakin menguatkan keinginannya untuk melanjutkan pendidikan sekaligus berkontribusi bagi sektor pertanian di Sumatera.
Ia bercita-cita mengembangkan pengelolaan lahan produktif dan memberdayakan komunitas petani agar sektor pertanian dapat tumbuh secara berkelanjutan.
Bagi Riella, kesempatan mengenyam pendidikan bukan hanya tentang pencapaian pribadi, melainkan juga jalan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat.
Ia pun menyampaikan pesan kepada penerima BIDIKSIBA berikutnya, “Saat ini kamu sedang proses mengangkat derajat keluarga di mata dunia.”
PTBA dorong akses pendidikan bagi generasi muda
Berita Terkait
-
PTBA Raih Tiga Penghargaan Anugerah Humas Indonesia 2026, Wujudkan Transformasi Nyata
-
PTBA Pamerkan Tapis, Batik Kujur, dan Songket Silungkang di INACRAFT 2026
-
PTBA Siapkan Rencana Produksi Batu Bara 2027, Pasokan Domestik Jadi Prioritas
-
Coaltrans Asia 2026: PTBA Tekankan Kepastian Regulasi dan Pasokan Batu Bara
-
Bahlil Jadi Menko Hilirisasi Baru, Bagaimana Nasib Proyek Batu Bara di Sumsel?
Terpopuler
- Hasil Survei Terbaru SMRC Soal Capres: Prabowo Hanya Raih 9,8 Persen, Kalah Telak Dari Dedi Mulyadi
- Pilih Kursi Komisaris Ketimbang Partai, Musyafirin Resmi Diusulkan Dipecat PDIP
- Survei Capres PPI: Prabowo Masih Perkasa, Anies Tempel Ketat, Gibran di Bawah AHY
- Bedak Marcks Bisa Buat Apa Aja? Ini 3 Kegunaannya untuk Rawat Kulit Wajah
- 4 Body Lotion Malam untuk Mencerahkan dan Melembapkan, Bikin Kulit Lebih Glowing
Pilihan
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
-
Mantan Kadiv Hubinter Napoleon Bonaparte Meninggal, Pengacara: Doakan Bapak Diampuni Dosa-dosanya
-
Pekan Kelam IHSG: Drama BYAN Haji Isam, Turun Kelas MSCI Hingga Rekor Terburuk Bursa
-
Rakyat Kecil Jadi Korban Antrean BBM, dari Ojol Kehilangan Pendapatan hingga Kampus Terpaksa WFH
Terkini
-
Jadwal Listrik Padam Palembang Pekan Ini, Cek Lokasi dan Jam Pemadaman
-
Kebakaran di Lorong Sabar Palembang, Belasan Rumah Diduga Hangus dan Warga Dievakuasi
-
Dari Temuan ke Perbaikan, Kilang Plaju Perkuat Budaya Kerja Proaktif dan Keselamatan Operasional
-
Tiga Mahasiswa Lulus Kuliah Berkat BIDIKSIBA PTBA, dari Tanjung Enim hingga Lahat
-
Dry Ice untuk Atasi Kabut Asap Sumsel hingga 24 Oktober, Seberapa Efektif?