Tasmalinda
Jum'at, 09 Oktober 2026 | 17:40 WIB
PT Bukit Asam (PTBA) menghadirkan produk wastra Nusantara dari UMKM mitra binaan dalam pameran INACRAFT 2026 di Jakarta
Baca 10 detik
  • PT Bukit Asam membawa Tapis Lampung, Batik Kujur, dan Songket Silungkang ke pameran INACRAFT 2026 di Jakarta.
  • Partisipasi tersebut bertujuan membantu UMKM mitra binaan memperluas pasar, meningkatkan daya saing, serta menjaga warisan budaya.
  • Langkah strategis perusahaan ini diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan para pelaku usaha lokal.

SuaraSumsel.id - Kain tapis Lampung, Batik Kujur khas Tanjung Enim, Sumatera Selatan, hingga Songket Silungkang dari Sumatera Barat menjadi produk unggulan yang dibawa PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) ke pameran kerajinan The Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta.

Melalui partisipasi dalam pameran tersebut, anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID ini membuka peluang bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mitra binaan untuk memperluas jangkauan pasar, memperkenalkan kekhasan produk lokal, serta menjajaki kerja sama bisnis.

Direktur Utama PTBA, Bambang Ismawan, mengatakan pengembangan UMKM menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat dan menciptakan manfaat berkelanjutan.

“PTBA berkomitmen mendampingi UMKM mitra binaan agar semakin mandiri dan berdaya saing. Melalui INACRAFT 2026, kami membuka peluang bagi produk lokal untuk menjangkau pasar yang lebih luas, sekaligus meningkatkan nilai ekonomi dan menjaga warisan budaya Indonesia,” ujar Bambang.

Menurutnya, dukungan terhadap UMKM tidak hanya ditujukan untuk memperkuat pertumbuhan usaha, tetapi juga membuka peluang kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pengembangan produk kerajinan lokal diharapkan turut menjaga keberlangsungan budaya sekaligus menggerakkan ekonomi daerah.

Tiga Wastra Daerah Tampilkan Keunikan Budaya

Salah satu produk yang diperkenalkan dalam pameran tersebut adalah Tapis Pringsewu dari Lampung. Owner Putra Tapis Pringsewu, Tanti, mengatakan partisipasi dalam INACRAFT 2026 memberinya kesempatan untuk memperkenalkan kain tapis kepada pasar yang lebih luas.

Ia berharap keikutsertaan tersebut dapat membuka peluang memperoleh pelanggan baru dan mendukung perkembangan usahanya.

Produk berikutnya adalah Batik Kujur Kenanga dari Tanjung Enim, Sumatera Selatan. Owner Batik Kujur Kenanga, Yusmala Dewi, menilai pameran ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan batik khas daerah yang mengangkat identitas dan kearifan lokal.

Baca Juga: PTBA Siapkan Rencana Produksi Batu Bara 2027, Pasokan Domestik Jadi Prioritas

Menurutnya, Batik Kujur memiliki karakter serta cerita yang berakar pada budaya setempat. Pengenalan kepada pasar yang lebih luas diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat terhadap produk tersebut.

Sementara itu, Songket Silungkang dari Sumatera Barat turut menjadi produk unggulan yang dipamerkan melalui Mojao Art. Owner Mojao Art, Arindha Sukma, mengatakan keikutsertaan dalam INACRAFT 2026 menjadi peluang untuk memperkenalkan kualitas dan keindahan songket kepada lebih banyak konsumen.

Ia berharap minat terhadap Songket Silungkang terus tumbuh sehingga keterampilan menenun yang diwariskan antargenerasi dapat tetap terjaga.

Melalui keikutsertaan UMKM mitra binaan dalam INACRAFT 2026, PTBA berupaya mempertemukan kerajinan berbasis budaya lokal dengan peluang pasar yang lebih luas. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat daya saing pelaku UMKM sekaligus menjaga keberlanjutan warisan wastra Nusantara.

Load More