- Mobil pemadam kebakaran tertahan portal rendah di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, saat menuju lokasi kebakaran pada Rabu, 21 Oktober 2026.
- Insiden tersebut memicu perdebatan antara petugas pemadam kebakaran dan warga setempat terkait akses jalan sebelum portal akhirnya dibongkar.
- Peristiwa ini menyoroti pentingnya akses jalan darurat agar armada penyelamat tidak mengalami hambatan saat terjadi kebakaran.
SuaraSumsel.id - Video mobil pemadam kebakaran (damkar) yang tertahan portal jalan di kawasan 3 Putri, Serong, Kilometer 18, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, viral di media sosial. Petugas yang tengah menuju lokasi kebakaran harus menghadapi kendala ketika armada tidak bisa melewati portal pembatas yang dinilai terlalu rendah.
Dalam rekaman yang beredar, situasi sempat memanas ketika petugas damkar dan seorang warga terlibat adu argumen terkait akses jalan. Petugas berupaya membuka portal agar kendaraan bisa melintas, sebelum bagian portal akhirnya dibongkar atau diangkat sehingga armada dapat meneruskan perjalanan.
Peristiwa tersebut menjadi sorotan karena terjadi ketika petugas sedang menjalankan tugas darurat. Dalam situasi kebakaran, hambatan akses dapat menjadi persoalan serius karena petugas berpacu dengan waktu untuk mencapai lokasi dan melakukan pemadaman.
Informasinya insiden itu terjadi di kawasan 3 Putri, Serong, Kilometer 18, Banyuasin. Rekaman kejadian sebelumnya juga beredar melalui sejumlah akun media sosial.
Portal terlalu rendah, mobil damkar tak bisa melintas
Kejadian tersebut bermula ketika armada damkar hendak menuju lokasi kebakaran. Namun, perjalanan petugas terhambat oleh portal pembatas ketinggian yang dipasang di jalan kawasan tersebut. Ukuran portal tidak memungkinkan mobil pemadam berukuran besar melewatinya. Petugas kemudian berupaya mencari jalan keluar agar armada bisa segera mencapai lokasi.
Situasi ini memicu perdebatan dengan seorang warga. Dalam video yang beredar, petugas terlihat berusaha mengatasi hambatan, sementara persoalan akses jalan menjadi pokok adu argumen. Pada akhirnya, portal dibongkar atau bagian atasnya diangkat agar kendaraan pemadam kebakaran dapat melintas.
Belum terdapat keterangan resmi yang menjelaskan alasan pemasangan portal, pihak yang bertanggung jawab atas pemasangannya, maupun apakah sudah tersedia jalur alternatif yang dapat dilalui kendaraan darurat.
Mengapa akses damkar menjadi persoalan serius?
Baca Juga: 353 Personel Masih Berjibaku Padamkan Karhutla Muara Medak, 345 Sorti Water Bombing
Mobil pemadam kebakaran membutuhkan ruang yang memadai untuk melintas, terutama ketika membawa tangki air, pompa, dan perlengkapan pemadaman. Portal pembatas yang tidak memperhitungkan dimensi kendaraan darurat berpotensi menghambat akses ketika kebakaran terjadi.
Keterlambatan mencapai lokasi dapat menyulitkan penanganan, terutama jika api sudah menjalar ke bangunan lain atau mendekati kawasan permukiman.
Karena itu, perencanaan akses jalan di lingkungan permukiman perlu mempertimbangkan kebutuhan kendaraan darurat, termasuk mobil pemadam kebakaran dan ambulans.
Pembatas jalan mungkin dipasang untuk tujuan tertentu, seperti mengendalikan kendaraan yang melintas atau melindungi lingkungan sekitar. Namun, keberadaannya perlu diatur agar tidak menghalangi akses petugas ketika keadaan darurat terjadi.
Peristiwa di Banyuasin pun memunculkan pertanyaan mengenai siapa yang memastikan bahwa akses menuju permukiman tetap dapat digunakan oleh armada penyelamat ketika dibutuhkan.
Rekaman insiden tersebut mengundang perhatian warganet karena memperlihatkan petugas damkar yang harus bernegosiasi dengan warga di tengah situasi darurat.
Tag
Berita Terkait
-
353 Personel Masih Berjibaku Padamkan Karhutla Muara Medak, 345 Sorti Water Bombing
-
Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?
-
Rangka Motor di Parit Ungkap Misteri Kakak-Adik Banyuasin yang Hilang 5 Tahun
-
Kronologi Kakak-Adik Banyuasin Hilang hingga Ditemukan Jadi Kerangka Setelah 5 Tahun
-
Ribuan Penyuling Minyak Muba Tuntut Kepastian Hukum, Usaha Puluhan Tahun Terancam
Terpopuler
- Mudah, Ini Cara Menghentikan Spam Call di HP Android dan iPhone
- Pengamat Nilai Manuver KSP Listyo Bongkar Hambatan Birokrasi Jadi Investasi Jangka Panjang
- Pengacara Kamaruddin Simanjuntak Sakit Apa? Meninggal Dunia di Usia 52 Tahun
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Karhutla Sumsel Tak Kunjung Usai, Ekoteologi Ditawarkan untuk Mengubah Perilaku terhadap Alam
-
PM2.5 Palembang Tembus 1.054, WALHI Sumsel Desak Pemerintah Buka Evaluasi Dry Ice
-
Tumbuh Berkelanjutan, BRI Mulai Rangkaian Perayaan HUT ke-131
-
BRI dan Kementerian Luar Negeri RI Perkuat Sinergi Dalam Menghadirkan Investasi Global
-
Perkuat Lingkungan Kerja Inklusif dan Ramah Keluarga, Kilang Plaju Raih Apresiasi BKKBN Sumsel lewat