- Bentrokan berdarah akibat saling sindir di TikTok antara warga dua desa di OKI menewaskan tiga orang.
- Polres OKI menetapkan dua orang tersangka dan merawat dua korban luka akibat bentrokan pada Oktober 2026.
- Polisi mengimbau warga menahan diri agar konflik digital yang berujung kekerasan tidak meluas kembali.
SuaraSumsel.id - Perselisihan di media sosial berujung tragis di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Bentrokan antara warga Desa Jambu Ilir dan Desa Bumi Agung, Kecamatan Tanjung Lubuk, yang diduga bermula dari saling sindir di TikTok, dilaporkan menewaskan tiga orang.
Perkembangan terbaru pada Senin (19/10/2026) menyebutkan, polisi telah menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam kasus bentrokan tersebut. Sementara itu, dua warga lainnya dilaporkan mengalami luka dan masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Kasus ini menjadi sorotan karena perselisihan yang awalnya berlangsung di ruang digital berkembang menjadi pertemuan antarkelompok yang berakhir dengan kekerasan. Peristiwa tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana konflik di media sosial dapat meluas ketika dibawa ke dunia nyata.
Berdasarkan keterangan Kasi Humas Polres OKI, Iptu Hendi Yusrian, perselisihan antara warga kedua desa diduga bermula dari unggahan di TikTok pada Selasa (13/10/2026).
Menurut laporan awal, unggahan seorang warga berinisial N menyindir Kepala Desa Bumi Agung terkait dugaan korupsi. Konten tersebut kemudian mendapat tanggapan dari warga lain berinisial W hingga memicu perdebatan.
Perselisihan berlanjut melalui kolom komentar dan percakapan WhatsApp. Situasi kemudian berkembang hingga kedua kelompok sepakat bertemu di kawasan Pasar Tanjung Lubuk pada Kamis (15/10/2026) malam.
Keterangan mengenai kronologi awal ini disampaikan dalam pemberitaan DetikSumbagsel dan laporan resmi kepolisian.
Pertemuan di Pasar Tanjung Lubuk berujung bentrokan
Pada Kamis malam, warga dari Desa Bumi Agung dilaporkan menuju lokasi menggunakan sepeda motor. Sementara itu, kelompok dari Desa Jambu Ilir datang menggunakan tiga unit mobil.
Baca Juga: Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api
Dalam perjalanan, salah satu mobil dilaporkan menabrak rombongan pengendara sepeda motor dari Desa Bumi Agung. Peristiwa tersebut kemudian memicu perselisihan yang berkembang menjadi bentrokan antarkelompok.
Polisi datang ke lokasi untuk membubarkan kedua kelompok. Setelah situasi awal terkendali, petugas melakukan penyelidikan dan mengamankan orang-orang yang diduga terlibat.
Kasi Humas Polres OKI Iptu Hendi Yusrian sebelumnya menyatakan bentrokan itu menyebabkan dua orang meninggal dunia dan dua lainnya mengalami kondisi kritis. Perkembangan berikutnya pada 19 Oktober menyebut jumlah korban meninggal bertambah menjadi tiga orang.
Dalam perkembangan yang dilaporkan pada 19 Oktober 2026, polisi menetapkan dua orang sebagai tersangka. Penanganan perkara masih menjadi perhatian untuk mengungkap peran masing-masing pihak dalam bentrokan tersebut.
Penetapan tersangka merupakan bagian dari proses hukum dan tidak menghapus pentingnya pemeriksaan menyeluruh terhadap kronologi, keterangan saksi, serta alat bukti. Karena itu, motif dan tanggung jawab masing-masing orang yang terlibat perlu merujuk pada hasil penyidikan kepolisian.
Polisi juga mengimbau warga kedua desa untuk menahan diri dan tidak melakukan aksi balasan. Masyarakat diminta tidak terprovokasi maupun melakukan tindakan main hakim sendiri, sehingga konflik tidak meluas.
Berita Terkait
-
Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api
-
ASN Inspektorat OKI Tewas Ditikam Istri, Ternyata 2 Kali Dimediasi soal Nafkah Anak
-
Anton Dimakamkan Kedinasan, Keluarga Ungkap Masalah Rumah Tangga Sebelum Tewas Ditikam Istri
-
Istri Bunuh Suami di OKI, Terungkap Masalah Rumah Tangga Sebelum Anton Tewas
-
60 Hari Tak Diguyur Hujan, Karhutla Padang Sugihan Picu Kekhawatiran Habitat Gajah
Terpopuler
- Pilih Kursi Komisaris Ketimbang Partai, Musyafirin Resmi Diusulkan Dipecat PDIP
- Survei Capres PPI: Prabowo Masih Perkasa, Anies Tempel Ketat, Gibran di Bawah AHY
- Kronologi Kader PDIP Musyafirin Pilih Kursi Komisaris Ketimbang Partai Berujung Usulan Pemecatan
- 4 Shio Ini Diprediksi Panen Cuan dan Sukses Besar di Tahun Kambing Api 2027
- Apakah 180 BPM Normal saat Lari? Ini Cara Menghitung Heart Rate Sesuai Usia
Pilihan
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
-
Mantan Kadiv Hubinter Napoleon Bonaparte Meninggal, Pengacara: Doakan Bapak Diampuni Dosa-dosanya
-
Pekan Kelam IHSG: Drama BYAN Haji Isam, Turun Kelas MSCI Hingga Rekor Terburuk Bursa
-
Rakyat Kecil Jadi Korban Antrean BBM, dari Ojol Kehilangan Pendapatan hingga Kampus Terpaksa WFH
Terkini
-
Saling Sindir di TikTok Berujung Maut di OKI, 3 Orang Tewas, Polisi Tetapkan 2 Tersangka
-
Langit Palembang Sempat Cerah, Kabut Asap Kembali Pekat, BMKG Ungkap Faktor Pemicu
-
BRI Salurkan Kredit UMKM Rp1.235,4 Triliun, Dorong Ekonomi Inklusif
-
Jadwal Listrik Padam Palembang Pekan Ini, Cek Lokasi dan Jam Pemadaman
-
Kebakaran di Lorong Sabar Palembang, Belasan Rumah Diduga Hangus dan Warga Dievakuasi