Tasmalinda
Senin, 19 Oktober 2026 | 18:19 WIB
Petugas memindahkan karung yang berisi garam ke dalam pesawat Cassa C-212 milik Skadron IV Lanud Abdulrachman Saleh di Pangkalan Udara Sri Mulyono Herlambang (Lanud SMH) Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (10/6/2022). Dry Ice untuk atasi kabut asap Sumsel hingga 24 Oktober, seberapa efektif? [ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/nym]
Baca 10 detik
  • Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menyemai es kering sejak 15 Oktober hingga 24 Oktober 2026 untuk mengatasi kabut asap kebakaran hutan.
  • Operasi modifikasi cuaca di Palembang tersebut berhasil meningkatkan jarak pandang secara drastis serta menurunkan indeks pencemar udara.
  • Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengevaluasi keamanan penyemaian setelah muncul laporan dugaan bongkahan es merusak atap rumah warga.

Terkait dugaan kerusakan atap rumah warga, Siswanto menyatakan keraguan bahwa material yang disemai menyebabkan kerusakan tersebut. Meski demikian, evaluasi prosedur operasional tetap dilakukan untuk menjaga keamanan masyarakat di bawah jalur penerbangan.

Dengan demikian, video yang beredar belum dapat dijadikan bukti bahwa penyemaian dry ice menyebabkan kerusakan atap. Kepastian mengenai kejadian tersebut memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Operasi modifikasi cuaca masih menunggu kondisi atmosfer

Selain penyemaian dry ice, BPBD Sumsel juga mempersiapkan operasi modifikasi cuaca menggunakan natrium klorida (NaCl) atau garam untuk mendukung pembentukan hujan.

Pelaksanaan metode tersebut bergantung pada perkembangan awan yang berpotensi menghasilkan hujan. Jika kondisi atmosfer mendukung, BPBD akan menyampaikan informasi kepada BMKG untuk mempertimbangkan penyemaian NaCl.

Operasi ini diharapkan membantu penanganan karhutla, termasuk mendukung upaya pemadaman melalui water bombing atau pengeboman air menggunakan helikopter.

Meski demikian, keberhasilan penanganan kabut asap tidak cukup dinilai dari berlangsungnya penerbangan atau jumlah bahan yang disemai. Indikator seperti konsentrasi partikel polutan, jarak pandang, durasi perbaikan kualitas udara, dan perkembangan titik kebakaran juga perlu diperhatikan.

Publik juga perlu memperoleh informasi yang jelas mengenai hasil pemantauan, kendala operasi, dan dasar evaluasi yang digunakan pemerintah.

Baca Juga: Karyawati SPPG Palembang Laporkan Atasan ke Polda Sumsel, Dugaan Pelecehan Diusut

Load More