- Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menyemai es kering sejak 15 Oktober hingga 24 Oktober 2026 untuk mengatasi kabut asap kebakaran hutan.
- Operasi modifikasi cuaca di Palembang tersebut berhasil meningkatkan jarak pandang secara drastis serta menurunkan indeks pencemar udara.
- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengevaluasi keamanan penyemaian setelah muncul laporan dugaan bongkahan es merusak atap rumah warga.
Terkait dugaan kerusakan atap rumah warga, Siswanto menyatakan keraguan bahwa material yang disemai menyebabkan kerusakan tersebut. Meski demikian, evaluasi prosedur operasional tetap dilakukan untuk menjaga keamanan masyarakat di bawah jalur penerbangan.
Dengan demikian, video yang beredar belum dapat dijadikan bukti bahwa penyemaian dry ice menyebabkan kerusakan atap. Kepastian mengenai kejadian tersebut memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Operasi modifikasi cuaca masih menunggu kondisi atmosfer
Selain penyemaian dry ice, BPBD Sumsel juga mempersiapkan operasi modifikasi cuaca menggunakan natrium klorida (NaCl) atau garam untuk mendukung pembentukan hujan.
Pelaksanaan metode tersebut bergantung pada perkembangan awan yang berpotensi menghasilkan hujan. Jika kondisi atmosfer mendukung, BPBD akan menyampaikan informasi kepada BMKG untuk mempertimbangkan penyemaian NaCl.
Operasi ini diharapkan membantu penanganan karhutla, termasuk mendukung upaya pemadaman melalui water bombing atau pengeboman air menggunakan helikopter.
Meski demikian, keberhasilan penanganan kabut asap tidak cukup dinilai dari berlangsungnya penerbangan atau jumlah bahan yang disemai. Indikator seperti konsentrasi partikel polutan, jarak pandang, durasi perbaikan kualitas udara, dan perkembangan titik kebakaran juga perlu diperhatikan.
Publik juga perlu memperoleh informasi yang jelas mengenai hasil pemantauan, kendala operasi, dan dasar evaluasi yang digunakan pemerintah.
Baca Juga: Karyawati SPPG Palembang Laporkan Atasan ke Polda Sumsel, Dugaan Pelecehan Diusut
Tag
Berita Terkait
-
Karyawati SPPG Palembang Laporkan Atasan ke Polda Sumsel, Dugaan Pelecehan Diusut
-
Warisan Budaya Sumsel Bukan Sekadar Tradisi, Berpeluang Jadi Modal Diplomasi Dunia
-
BNPB Evaluasi Teknologi Dry Ice, Berpeluang Diterapkan di Daerah Terdampak Karhutla
-
Bukan Sekadar Asap Kiriman, 452 Hektare Lahan Palembang Terbakar di Tengah Ekspansi Properti
-
Rangkuman Kericuhan Demo Karhutla Sumsel: Ormas Berbaju Hitam, 2 Jurnalis Dianiaya, 2 Tersangka
Terpopuler
- Hasil Survei Terbaru SMRC Soal Capres: Prabowo Hanya Raih 9,8 Persen, Kalah Telak Dari Dedi Mulyadi
- Pilih Kursi Komisaris Ketimbang Partai, Musyafirin Resmi Diusulkan Dipecat PDIP
- Survei Capres PPI: Prabowo Masih Perkasa, Anies Tempel Ketat, Gibran di Bawah AHY
- Bedak Marcks Bisa Buat Apa Aja? Ini 3 Kegunaannya untuk Rawat Kulit Wajah
- 4 Body Lotion Malam untuk Mencerahkan dan Melembapkan, Bikin Kulit Lebih Glowing
Pilihan
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
-
Mantan Kadiv Hubinter Napoleon Bonaparte Meninggal, Pengacara: Doakan Bapak Diampuni Dosa-dosanya
-
Pekan Kelam IHSG: Drama BYAN Haji Isam, Turun Kelas MSCI Hingga Rekor Terburuk Bursa
-
Rakyat Kecil Jadi Korban Antrean BBM, dari Ojol Kehilangan Pendapatan hingga Kampus Terpaksa WFH
Terkini
-
Dry Ice untuk Atasi Kabut Asap Sumsel hingga 24 Oktober, Seberapa Efektif?
-
Karyawati SPPG Palembang Laporkan Atasan ke Polda Sumsel, Dugaan Pelecehan Diusut
-
Warisan Budaya Sumsel Bukan Sekadar Tradisi, Berpeluang Jadi Modal Diplomasi Dunia
-
BNPB Evaluasi Teknologi Dry Ice, Berpeluang Diterapkan di Daerah Terdampak Karhutla
-
Bukan Sekadar Asap Kiriman, 452 Hektare Lahan Palembang Terbakar di Tengah Ekspansi Properti