- WALHI Sumsel mendeteksi ribuan titik panas di konsesi perusahaan Sumatera Selatan yang memicu masalah kualitas udara.
- Kementerian Kehutanan bersama BPHL Wilayah V Palembang melakukan pemantauan, verifikasi lapangan, serta respons cepat terhadap kebakaran.
- Polda Sumsel menangani laporan karhutla, menetapkan tersangka, sementara WALHI meminta pemerintah melakukan audit perusahaan.
Audit tersebut, menurut WALHI, perlu mencakup kepatuhan terhadap kewajiban pencegahan karhutla, kondisi tata air terutama di kawasan gambut, kesiapan sarana pemadaman, riwayat kebakaran hingga kewajiban pemulihan lingkungan.
WALHI juga meminta pemerintah membuka informasi mengenai lokasi hotspot dan kebakaran, hasil verifikasi lapangan, perkembangan penanganan, kualitas udara hingga proses penegakan hukum.
Permintaan tersebut menempatkan pemerintah pada dua pekerjaan sekaligus: memastikan api segera ditangani dan memastikan penyebab serta tanggung jawab di balik kebakaran dapat dibuktikan.
Temuan 10.411 hotspot di 18 konsesi akhirnya membawa persoalan karhutla Sumsel pada pertanyaan yang lebih besar. Hotspot yang terdeteksi satelit merupakan titik awal. Setelah itu diperlukan verifikasi lapangan, pemeriksaan kondisi konsesi, penelusuran riwayat kebakaran dan pemenuhan kewajiban pemegang izin.
Jika ditemukan pelanggaran, proses hukum dapat berjalan sesuai kewenangan masing-masing instansi.
Dengan demikian, ukuran keberhasilan pemerintah bukan hanya seberapa cepat api dipadamkan, tetapi juga seberapa transparan hasil verifikasi, seberapa jelas tanggung jawab pemegang konsesi, dan apakah kebakaran berulang dapat dicegah.
Di tengah kabut asap yang masih berdampak terhadap masyarakat Sumatera Selatan, pertanyaan tersebut menjadi semakin penting: dari 10.411 hotspot yang terdeteksi di 18 konsesi, berapa yang benar-benar terverifikasi sebagai kebakaran dan bagaimana tindak lanjut pemerintah terhadap hasil pemeriksaan tersebut?
Berita Terkait
-
Dari Subuh hingga Sore, Begini Perubahan Udara Palembang yang Masih Dikepung Asap
-
353 Personel Masih Berjibaku Padamkan Karhutla Muara Medak, 345 Sorti Water Bombing
-
16 Perusahaan Diselidiki Karhutla Sumsel, Mengapa Nama Korporasi Belum Dibuka?
-
Jejak Gugatan Karhutla Sumsel, 8 Perusahaan Pernah Masuk Perkara: Begini Panjang Perjalanan Hukumnya
-
Herman Deru Siapkan Rp10 Juta untuk Tangkap Pelaku Karhutla, Bisakah Hentikan Asap?
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Pelembap Viva untuk Kulit Kering, Bantu Perbaiki Skin Barrier
- Dapat Warisan PR Karhutla, Menko Polkam Dudung Siap Terjun Langsung ke Lokasi
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
- 8 Sneakers Lokal Paling Nyaman dan Modis untuk Gaya Harian, Mulai Rp200 Ribuan
Pilihan
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
-
Disaksikan Andi Gani dan Perwakilan Buruh, DPR Resmi Sahkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Jadi UU
Terkini
-
18 Konsesi Perusahaan Terdeteksi 10.411 Hotspot, Sejauh Mana Tindakan Pemerintah?
-
Gandeng MLBB, BRI Junio Dorong Kebiasaan Menabung dan Hadirkan Kartu Debit Khusus Mobile Legends
-
Dari Subuh hingga Sore, Begini Perubahan Udara Palembang yang Masih Dikepung Asap
-
Gugatan Ijazah Gibran Segera Diputus MK, Prabowo Pilih Tak Ikut Campur
-
5 Pemain Sudah Cetak Gol, Sumsel United Incar Lini Depan Lebih Tajam Lawan Persiku