Tasmalinda
Jum'at, 02 Oktober 2026 | 14:46 WIB
Palembang diselimuti asap Karhutla, kualitas udara masuk zona berbahaya lagi
Baca 10 detik
  • Kota Palembang diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan pada Jumat, 2 Oktober 2026.
  • Stasiun PM2.5 Musi 2 mencatat lonjakan polusi udara ekstrem hingga mencapai level berbahaya di pagi hari.
  • Dampak kabut asap tersebut mengganggu belasan jadwal penerbangan serta memicu ribuan kasus infeksi saluran pernapasan.

Palembang menjadi salah satu kota yang merasakan dampaknya.

Dampaknya sudah masuk ke berbagai aktivitas

Kabut asap bukan hanya mengubah warna langit Palembang. Pada 1 Oktober, asap tebal telah mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II. Sebanyak 12 penerbangan tercatat terdampak, termasuk pesawat yang harus kembali ke bandara asal dan penerbangan yang dialihkan.

Gangguan juga berlanjut pada 2 Oktober. Laporan operasional Bandara SMB II mencatat lima penerbangan terdampak akibat kondisi visibility below minima.

Artinya, persoalan kualitas udara mulai bersinggungan dengan mobilitas masyarakat.

Di sektor kesehatan, dampaknya juga sudah terlihat. Dinas Kesehatan Kota Palembang mencatat 12.589 kasus ISPA selama 1–21 September 2026 yang ditangani di rumah sakit dan puskesmas. Kasus tersebut ditemukan pada berbagai kelompok usia.

Angka tersebut menjadi bagian dari gambaran yang lebih luas mengenai dampak kabut asap terhadap masyarakat Palembang. Yang membuat situasi ini sulit dirasakan secara utuh adalah polusi udara tidak selalu terlihat dengan mata.

Kabut asap yang tebal memang mudah dikenali. Tetapi partikel berukuran sangat kecil seperti PM2.5 dapat tetap berada di udara ketika pandangan mulai terlihat membaik.

Karena itu, turunnya angka PM2.5 dari 652,7 µg/m³ pada pukul 05.00 menjadi 465,5 µg/m³ pada pukul 07.00 bukan berarti persoalan telah selesai.

Baca Juga: Kabut Asap Karhutla Kembali Ganggu Penerbangan Palembang, 5 Pesawat Terdampak Hari Ini

Angkanya memang turun, tetapi masih berada pada tingkat yang sangat tinggi.

BMKG mengimbau masyarakat memperhatikan perkembangan kualitas udara, mengurangi aktivitas luar ruangan ketika kondisi memburuk dan menggunakan masker saat harus beraktivitas di luar.

Di Palembang, pagi 2 Oktober memperlihatkan satu hal: asap karhutla belum benar-benar pergi. Ia hanya berubah mengikuti waktu, angin dan kondisi atmosfer.

Load More