Tasmalinda
Minggu, 27 September 2026 | 18:03 WIB
rumah kopi di Desa Plakat Semende Kabupaten Muara Enim Sumatera Selatan
Baca 10 detik
  • PLTMH Pelakat berkapasitas 40 kilowatt pernah menerangi rumah warga sebelum listrik PLN masuk ke desa.
  • Kini warga berharap turbin kembali berfungsi untuk mendukung Rumah Kopi dan menggerakkan ekonomi desa.
  • Kawasan hutan desa seluas sekitar 1.900 hektare menjadi bagian penting dalam menjaga sumber air bagi PLTMH.

Rumah Kopi menjadi salah satu alasan warga berharap PLTMH kembali berfungsi. Bangunan tersebut merupakan aset desa yang digunakan untuk mengolah kopi robusta lokal. Selain tempat produksi, Rumah Kopi juga berfungsi sebagai rumah singgah. Di dalamnya terdapat mesin roasting dan penggiling kopi dengan kebutuhan daya cukup besar, sekitar 4.500 watt.

Ketika PLTMH masih beroperasi, energi dari turbin ikut menopang kegiatan produksi. Kini, keterbatasan daya membuat aktivitas pengolahan kopi tersendat.

Bagi masyarakat, menghidupkan kembali PLTMH berarti membuka kembali peluang untuk meningkatkan produksi dan mengembangkan kegiatan ekonomi desa.

Air yang dahulu digunakan untuk menerangi rumah warga kini diharapkan kembali mengambil peran, kali ini untuk menggerakkan mesin produksi.

Harapan tersebut tidak bisa dilepaskan dari kondisi sumber air. PLTMH hanya dapat bekerja jika aliran air yang menggerakkan turbin tetap tersedia.

Pelakat memiliki kawasan hutan desa sekitar 1.900 hektar yang ditetapkan melalui SK pada 22 Juni 2016.

Turbin PLTMH Desa Plakat Muara Enim

Field Organizer Hutan Kita Institute (HaKI), Menik Setyowati mengatakan keberlanjutan energi berbasis air berkaitan dengan bagaimana masyarakat menjaga sumber daya alam di sekitarnya.

Di Pelakat, turbin membutuhkan air. Rumah Kopi membutuhkan listrik dan masyarakat membutuhkan keduanya untuk mengembangkan kegiatan ekonomi desa. Kawasan hutan desa menjadi bagian dari bentang alam yang perlu dijaga agar keanekaragaman hayati dan sumber air tetap tersedia.

Menghidupkan kembali PLTMH, dengan demikian, bukan semata memperbaiki turbin yang berhenti berputar. Ada harapan agar energi yang pernah menerangi rumah-rumah warga itu kembali memberi tenaga bagi usaha yang tumbuh dari desa.

Baca Juga: Karhutla Sumsel: 43 Orang Ditahan, 16 Korporasi Disidik, Tapi Hotspot Masih Muncul

Di Pelakat, air pernah membawa terang ke rumah-rumah. Kini masyarakat berharap aliran yang sama kembali menggerakkan kopi agar energi itu tetap tersedia, hutan dan sumber air yang menopangnya harus tetap dijaga.

Load More