- Kota Palembang mencatat 113.883 kasus ISPA tertinggi di Sumatera Selatan sepanjang Januari hingga Agustus 2026.
- Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan memicu lonjakan kasus ISPA secara keseluruhan di Sumatera Selatan pada Agustus 2026.
- Dinas Kesehatan Sumatera Selatan mengimbau warga menggunakan masker serta mengurangi aktivitas di luar ruangan akibat buruknya kualitas udara.
Meski Palembang mencatat jumlah kasus tertinggi secara kumulatif, sejumlah daerah lain di Sumatera Selatan juga mengalami peningkatan cukup tajam dibandingkan tahun sebelumnya. Salah satunya Ogan Ilir.
Hingga Agustus 2026, jumlah kasus ISPA di Ogan Ilir mencapai 14.917 kasus. Jumlah itu meningkat cukup tajam dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang tercatat 4.079 kasus.
Peningkatan juga terjadi di Musi Rawas, dari 13.300 kasus pada 2025 menjadi 17.068 kasus pada 2026. Sementara di Pagaralam, jumlah kasus mencapai 4.437 kasus, jauh meningkat dibandingkan 636 kasus pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Di tengah kondisi kualitas udara yang memburuk, Dinkes Sumsel mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan perlindungan diri. Warga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara menurun.
Penggunaan masker juga dianjurkan bagi masyarakat yang harus tetap beraktivitas di area terdampak asap. “Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk serta menggunakan masker saat harus beraktivitas di area yang terpapar asap,” kata Ira.
Dinkes Sumsel masih terus memantau perkembangan kasus ISPA di seluruh kabupaten dan kota. Di tengah kabut asap yang masih menjadi perhatian, data terbaru menunjukkan Palembang menghadapi dua persoalan yang saling berkaitan: kualitas udara yang memburuk dan jumlah kasus gangguan pernapasan yang tetap tinggi.
Tag
Berita Terkait
-
Bukan Siang Hari, Ini Waktu Udara Palembang Paling Berbahaya Saat PM2.5 Tembus 600
-
Kabut Asap Kian Meluas, Kini Siswa Madrasah di Palembang Juga Belajar dari Rumah
-
Saat Siswa PJJ akibat Kabut Asap, Mengapa Orang Tua Tetap Ambil MBG di Sekolah?
-
PJJ di Palembang Mulai 9 September, TK hingga SMP Belajar Daring Akibat Kabut Asap
-
TK-SMP PJJ Akibat Kabut Asap, Mengapa SMA-SMK Palembang Belum Belajar Daring?
Terpopuler
- 7 Cara Menghilangkan Kerak Gosong di Bawah Setrika agar Tidak Lengket dan Mengkilap
- Gelar Bukan Segalanya, Boni Hargens Sepakat dengan Prof Gayus Lumbuun Soal Aturan Sidang S3
- Wakapolri Minta Jajaran Siap Hadapi Isu Aksi 'Black September', Apa Itu?
- Heran Febrie Adriansyah Dipanggil sebagai Tersangka, Pengacara: Baru Kali Ini Kami Lihat
- Nasi di Rice Cooker Cepat Bau dan Kuning? Begini 10 Cara Mengatasinya
Pilihan
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
Terkini
-
Kabut Asap Makin Pekat, ISPA di Palembang Tembus 113 Ribu Kasus
-
BRI Hadirkan BRImo Taiwan, Raih Penghargaan IDX Channel Anugerah Inovasi Indonesia 2026
-
Demi UMKM Naik Kelas, Kepala Unit BRI Rela Tempuh Jalan Berlumpur di Rantau Prapat
-
Bukan Siang Hari, Ini Waktu Udara Palembang Paling Berbahaya Saat PM2.5 Tembus 600
-
Kabut Asap Kian Meluas, Kini Siswa Madrasah di Palembang Juga Belajar dari Rumah