Tasmalinda
Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:13 WIB
ilustrasi kebakaran hutan dan lahan di Sumatera selatan, Sumsel dikepung 1.742 hotspot.
Baca 10 detik
  • BPBD Sumsel melaporkan peningkatan jumlah titik panas drastis dari 600 menjadi 1.742 titik pada Minggu, 23 Agustus 2026.
  • Kualitas udara memburuk di Ogan Ilir dan Palembang, sedangkan jarak pandang di bandara menurun hingga 500 meter.
  • BPBD Sumsel merespons situasi darurat tersebut dengan melanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca selama lima hari sejak Sabtu.

Jarak pandang Bandara Palembang sempat hanya 500 meter

Dampak kabut asap bahkan mulai merembet ke sektor transportasi udara. BPBD Sumsel mencatat jarak pandang di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang pada pukul 07.30 WIB hanya sekitar 500 meter dalam kondisi berkabut.

Kondisi ini menjadi perkembangan penting karena sebelumnya pada 22 Agustus pengelola Bandara SMB II menyatakan operasional penerbangan masih normal dengan jarak pandang 3.000 meter.

Situasi kemudian berubah ketika kabut asap semakin pekat.

Laporan terbaru menyebut sejumlah penerbangan di Palembang terdampak dan harus menunggu kondisi membaik.

Dengan demikian, karhutla kini tidak hanya menjadi persoalan lingkungan dan kesehatan, tetapi mulai menyentuh mobilitas masyarakat.

BPBD kembali mengandalkan OMC

Menghadapi kondisi yang semakin kering, BPBD Sumsel kembali mendapatkan dukungan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Operasi tersebut dimulai Sabtu (22/8/2026) dan direncanakan berlangsung selama lima hari.

Menurut Kepala BPBD Sumsel Muhammad Iqbal Alisyahbana, penyemaian awan tidak hanya dilakukan pada siang hari. Jika terdapat potensi awan yang bisa disemai, operasi dapat dilakukan pada malam hari.

Baca Juga: Kabut Asap Karhutla Ganggu Bandara SMB II Palembang, 6 Penerbangan Harus Tertunda

Load More