- BPBD Sumsel melaporkan peningkatan jumlah titik panas drastis dari 600 menjadi 1.742 titik pada Minggu, 23 Agustus 2026.
- Kualitas udara memburuk di Ogan Ilir dan Palembang, sedangkan jarak pandang di bandara menurun hingga 500 meter.
- BPBD Sumsel merespons situasi darurat tersebut dengan melanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca selama lima hari sejak Sabtu.
Jarak pandang Bandara Palembang sempat hanya 500 meter
Dampak kabut asap bahkan mulai merembet ke sektor transportasi udara. BPBD Sumsel mencatat jarak pandang di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang pada pukul 07.30 WIB hanya sekitar 500 meter dalam kondisi berkabut.
Kondisi ini menjadi perkembangan penting karena sebelumnya pada 22 Agustus pengelola Bandara SMB II menyatakan operasional penerbangan masih normal dengan jarak pandang 3.000 meter.
Situasi kemudian berubah ketika kabut asap semakin pekat.
Laporan terbaru menyebut sejumlah penerbangan di Palembang terdampak dan harus menunggu kondisi membaik.
Dengan demikian, karhutla kini tidak hanya menjadi persoalan lingkungan dan kesehatan, tetapi mulai menyentuh mobilitas masyarakat.
BPBD kembali mengandalkan OMC
Menghadapi kondisi yang semakin kering, BPBD Sumsel kembali mendapatkan dukungan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Operasi tersebut dimulai Sabtu (22/8/2026) dan direncanakan berlangsung selama lima hari.
Menurut Kepala BPBD Sumsel Muhammad Iqbal Alisyahbana, penyemaian awan tidak hanya dilakukan pada siang hari. Jika terdapat potensi awan yang bisa disemai, operasi dapat dilakukan pada malam hari.
Baca Juga: Kabut Asap Karhutla Ganggu Bandara SMB II Palembang, 6 Penerbangan Harus Tertunda
Berita Terkait
-
Kabut Asap Karhutla Ganggu Bandara SMB II Palembang, 6 Penerbangan Harus Tertunda
-
Ditolak Kerja, Sakit Hati Pemuda Ogan Ilir Berujung Kebakaran 4,5 Hektar Lahan Tebu
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Wajah Lain Krisis Karhutla: Anak Terpapar Asap, Perempuan Lebih Berat Merasakan Beban
Terpopuler
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
Herman Deru Klaim Karhutla Sumsel Menurun, Tapi Kabut Asap Masih Bertahan di Palembang
-
Hotspot Sumsel Mendadak Turun Saat Prabowo Pimpin Rakor Karhutla, Benarkah Mulai Reda?
-
Viral, Kawasan Lereng Gunung Jempol Lahat Terbakar
-
BRI Wujudkan Kerinduan PMI Yuni Lestari Bertemu Ibunya Setelah Ia Berada 10 Tahun di Taiwan
-
Prabowo ke Sumsel Cek Karhutla, Akankah Kembali Tanpa Masker di Tengah Kabut Asap?