- Kebakaran hutan dan lahan menyebabkan kabut asap pekat di Bandara SMB II Palembang pada Minggu, 23 Agustus 2026.
- Jarak pandang di bandara sempat menurun drastis hingga mencapai 500 meter akibat tebalnya kabut asap tersebut.
- Dampak penurunan jarak pandang membuat sebanyak enam jadwal penerbangan terpaksa ditunda demi menjaga keselamatan operasional.
SuaraSumsel.id - Kondisi kabut asap di Palembang berubah cepat. Setelah sebelumnya operasional penerbangan di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II dinyatakan masih normal dan sesuai jadwal, kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kini mulai mengganggu aktivitas penerbangan.
Jarak pandang di kawasan Bandara SMB II bahkan sempat turun hingga 500 meter, sehingga sejumlah penerbangan harus ditunda sambil menunggu kondisi kembali memungkinkan. ANTARA melaporkan sedikitnya enam penerbangan terdampak akibat kondisi tersebut pada Minggu (23/8/2026).
General Manager Bandara SMB II Palembang Ahmad Syaugi Shahab juga sebelumnya menyebut pemantauan dilakukan bersama BMKG, AirNav Indonesia dan maskapai. "Pengguna jasa hanya diimbau datang lebih awal, memantau informasi penerbangan melalui maskapai serta menggunakan masker ketika berada di luar terminal," ucapnya.
Namun, perkembangan terbaru menunjukkan kondisi tersebut tidak bertahan lama. Perubahan ini terjadi hanya beberapa jam setelah pengelola Bandara SMB II menyatakan kondisi operasional masih normal. Hingga pukul 11.00 WIB, jarak pandang masih tercatat 3.000 meter dan penerbangan disebut berjalan sesuai jadwal.
Kondisi tersebut memperlihatkan betapa cepatnya situasi di sekitar bandara dapat berubah ketika kabut asap semakin pekat.
Dalam media statement yang dikeluarkan pengelola Bandara SMB II pada 22 Agustus, manajemen menyatakan seluruh kegiatan take off dan landing masih dapat dilakukan sesuai prosedur keselamatan penerbangan.
Pada Minggu (23/8/2026), kabut asap yang semakin pekat membuat jarak pandang di sekitar bandara turun drastis.
General Manager AirNav Indonesia Cabang Palembang, Lanang Wibisono menyebutkan mayoritas gangguan penerbangan pada proses pendaratan. "Visibility masih normal untuk berangkat," ujarnya singkat melansir ANTARA.
Visibility yang sebelumnya mencapai 3.000 meter kemudian sempat berada di angka 500 meter. Kondisi tersebut membuat sejumlah penerbangan harus menunggu hingga jarak pandang membaik sebelum dapat melanjutkan aktivitasnya.
Baca Juga: Kabut Asap Selimuti Palembang, Warga Tetap CFD: Sehat atau Malah Berisiko?
Bagi penerbangan, perubahan visibility menjadi persoalan penting karena proses lepas landas dan pendaratan harus mempertimbangkan kondisi keselamatan yang berlaku.
Karena itu, ketika jarak pandang menurun, keputusan untuk menunda penerbangan bukan semata persoalan keterlambatan penumpang, tetapi berkaitan dengan keselamatan operasional.
Enam penerbangan mulai terdampak
Informasi menyebut enam penerbangan di Bandara SMB II terdampak kabut asap. Sejumlah penerbangan harus mengalami penundaan sambil menunggu kondisi di sekitar bandara membaik.
Kondisi ini sekaligus menjadi perkembangan baru dibandingkan informasi yang disampaikan pengelola bandara pada pagi hari.
Sebelumnya, seluruh penerbangan masih disebut berangkat dan tiba tepat waktu dengan visibility 3.000 meter.
Tag
Berita Terkait
-
Kabut Asap Selimuti Palembang, Warga Tetap CFD: Sehat atau Malah Berisiko?
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Wajah Lain Krisis Karhutla: Anak Terpapar Asap, Perempuan Lebih Berat Merasakan Beban
-
Sumsel Makin Membara, 449 Hotspot Karhutla Mengintai Kesehatan Pernapasan Warga
-
Musim Kemarau Ekstrem, Kilang Plaju Salurkan Bantuan Logistik untuk Petugas BPBD Sumsel
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
Kabut Asap Palembang Ganggu Penerbangan, 15 Pesawat Terdampak saat Jarak Pandang 400 Meter
-
Wamen LH Minta Perusahaan Bangun Infrastruktur Air untuk Cegah Karhutla Sumsel
-
Wisuda ke-8 USS, 109 Lulusan Ditantang Bawa Dampak bagi Masyarakat dan Dunia Kerja
-
12 Perusahaan di Sumsel Disegel KLH Terkait Karhutla, Sampel Diuji untuk Tentukan Sanksi
-
Pemprov Sumsel Janji Pulihkan Lahan Bekas Karhutla dengan Bibit, Bagaimana Mekanismenya?