- Pengurus wilayah dan cabang NU se-Sumatera Selatan menyampaikan harapan kepada Gus Rozin dalam silaturahmi di Palembang menjelang Muktamar.
- Gus Rozin menilai tantangan abad kedua NU adalah menjaga persatuan, menjadi mitra strategis pemerintah, serta memperkuat kemandirian ekonomi jamaah.
- Pengurus daerah meminta program PBNU menjangkau tingkat ranting serta mendesak adanya perlindungan dan penguatan tata kelola marwah pesantren.
Ia berharap program-program organisasi tidak berhenti di tingkat pusat, tetapi benar-benar dirasakan hingga tingkat ranting dan anak ranting.
Menurutnya, keberhasilan gerakan KOIN NU di sejumlah daerah menunjukkan bahwa pemberdayaan berbasis jamaah mampu memperkuat partisipasi warga sekaligus mendukung kemandirian organisasi.
"Kami berharap program-program seperti itu dapat menjangkau seluruh daerah sehingga warga benar-benar merasakan kehadiran PBNU," ujarnya.
Marwah Pesantren Harus Dijaga
Aspirasi lain datang dari Rais Syuriah PCNU Ogan Ilir, KH Qusyairi Abror, yang menyoroti pentingnya menjaga marwah pesantren di tengah maraknya pemberitaan negatif yang melibatkan oknum.
Ia berharap PBNU memiliki strategi yang mampu melindungi nama baik pesantren sekaligus memperkuat tata kelola lembaga pendidikan Islam.
Menanggapi hal tersebut, Gus Rozin menegaskan bahwa pesantren merupakan fondasi utama Nahdlatul Ulama yang harus terus dijaga.
Menurutnya, pelanggaran hukum harus diproses terhadap pelaku, namun tidak boleh mengaburkan peran besar pesantren dalam pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.
"Pesantren harus tetap menjadi tempat yang aman, melahirkan ulama, membangun akhlak, sekaligus menjaga tradisi keilmuan Ahlussunnah wal Jamaah. Karena itu, perlindungan terhadap santri dan penguatan tata kelola pesantren harus menjadi bagian dari agenda besar PBNU," tegasnya.
Baca Juga: PBNU Laporkan Trans 7 ke Polisi: Ini Bukan Soal Tersinggung, Tapi Martabat Kiai!
Pertemuan tersebut memperlihatkan besarnya harapan pengurus NU Sumatera Selatan terhadap kepemimpinan PBNU pada masa mendatang. Aspirasi yang disampaikan tidak hanya menekankan pentingnya organisasi yang semakin dekat dengan warga hingga tingkat ranting, tetapi juga perlunya memperkuat kemandirian jamaah, menjaga marwah pesantren, dan memastikan setiap program benar-benar memberi manfaat bagi umat.
Berita Terkait
-
PBNU Laporkan Trans 7 ke Polisi: Ini Bukan Soal Tersinggung, Tapi Martabat Kiai!
-
Sejarah NU Sumsel Kini Dibukukan: Perjalanan dari Penjajahan Jepang ke Era Reformasi
-
Ustaz Hanan Attaki Ikrarkan Diri Jadi Warga NU
-
Ketum PBNU Gus Yahya Maklumi Kebijakan Pemerintah Naikkan Harga BBM
-
Mardani Maming Ditahan KPK: Sempat Buron Dan Akhirnya Penuhi Pemeriksaan
Terpopuler
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Mengapa Rating Google RS Pusri Diserbu? Dampak Kasus Dokter Viral Hina Pasien BPJS
-
Jelang Muktamar PBNU, NU Sumsel Titip Pesan kepada Gus Rozin: Perkuat Ranting dan Pesantren
-
Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah