- Pengurus wilayah dan cabang NU se-Sumatera Selatan menyampaikan harapan kepada Gus Rozin dalam silaturahmi di Palembang menjelang Muktamar.
- Gus Rozin menilai tantangan abad kedua NU adalah menjaga persatuan, menjadi mitra strategis pemerintah, serta memperkuat kemandirian ekonomi jamaah.
- Pengurus daerah meminta program PBNU menjangkau tingkat ranting serta mendesak adanya perlindungan dan penguatan tata kelola marwah pesantren.
SuaraSumsel.id - Menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama (NU), jajaran Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Sumatera Selatan menyampaikan sejumlah harapan kepada calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin. Pengurus daerah berharap kepemimpinan PBNU ke depan semakin dekat dengan ranting, memperkuat kemandirian jamaah, serta menjaga marwah pesantren sebagai pilar utama organisasi.
Harapan tersebut mengemuka dalam forum silaturahmi Gus Rozin bersama pengurus NU se-Sumatera Selatan yang berlangsung di Palembang. Pertemuan berlangsung hangat dan menjadi ruang dialog mengenai arah kepemimpinan NU memasuki abad kedua.
Sekretaris Tanfidziyah PWNU Sumatera Selatan, H. Ir. Ahmad Syarifudin Zuber, mengatakan tujuh PCNU di Sumatera Selatan telah menyelesaikan Konferensi Cabang (Konfercab) dan siap menghadapi Muktamar PBNU.
Menurutnya, momentum tersebut menjadi kesempatan bagi para pengurus cabang untuk menyampaikan aspirasi terkait arah kebijakan organisasi lima tahun ke depan.
NU Harus Tetap Menjaga Ukhuwah
Dalam paparannya, Gus Rozin menilai tantangan terbesar NU pada abad kedua adalah menjaga persatuan di tengah dinamika organisasi yang semakin kompleks. Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah itu menegaskan, ukhuwah harus menjadi fondasi utama agar NU tetap mampu menjalankan perannya sebagai organisasi keagamaan yang independen dan bermanfaat bagi masyarakat.
"Terkadang kita perlu mundur satu atau dua langkah demi menjaga ukhuwah dan memperkuat persatuan organisasi. Yang paling penting adalah NU tetap utuh dan mampu terus berkhidmah kepada umat," ujar Gus Rozin.
Pengasuh Pesantren Maslakul Huda Kajen, Pati, itu menambahkan, hubungan NU dengan pemerintah harus dibangun dalam semangat kemitraan.
Menurutnya, NU perlu menjadi mitra strategis pemerintah dengan mendukung kebijakan yang membawa kemaslahatan, sekaligus tetap menyampaikan kritik secara konstruktif apabila diperlukan.
Baca Juga: PBNU Laporkan Trans 7 ke Polisi: Ini Bukan Soal Tersinggung, Tapi Martabat Kiai!
Di bidang ekonomi, Gus Rozin menilai penguatan kemandirian warga Nahdliyin harus menjadi agenda strategis PBNU.
Ia menjelaskan, sebagian besar warga NU menggantungkan hidup pada sektor pertanian, perikanan, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Karena itu, pemberdayaan ekonomi harus dimulai dari basis masyarakat hingga tingkat ranting.
"NU adalah masyarakat sipil yang tumbuh dari bawah. Karena itu, penguatan ekonomi jamaah harus dilakukan melalui pemberdayaan masyarakat, penguatan kelembagaan, pengembangan usaha warga, serta pengelolaan aset organisasi yang profesional," jelas mantan Ketua Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) PBNU periode 2015–2021 itu.
Menurutnya, gerakan gotong royong dan program seperti KOIN NU menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat kemandirian organisasi sekaligus meningkatkan partisipasi warga.
Program PBNU Diminta Menjangkau Hingga Ranting
Dialog berlangsung interaktif ketika Ketua PCNU Pagar Alam, KH Deni Priansyah, mempertanyakan langkah konkret yang akan ditempuh Gus Rozin apabila dipercaya memimpin PBNU.
Berita Terkait
-
PBNU Laporkan Trans 7 ke Polisi: Ini Bukan Soal Tersinggung, Tapi Martabat Kiai!
-
Sejarah NU Sumsel Kini Dibukukan: Perjalanan dari Penjajahan Jepang ke Era Reformasi
-
Ustaz Hanan Attaki Ikrarkan Diri Jadi Warga NU
-
Ketum PBNU Gus Yahya Maklumi Kebijakan Pemerintah Naikkan Harga BBM
-
Mardani Maming Ditahan KPK: Sempat Buron Dan Akhirnya Penuhi Pemeriksaan
Terpopuler
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Mengapa Rating Google RS Pusri Diserbu? Dampak Kasus Dokter Viral Hina Pasien BPJS
-
Jelang Muktamar PBNU, NU Sumsel Titip Pesan kepada Gus Rozin: Perkuat Ranting dan Pesantren
-
Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah