- PT Bukit Asam Tbk meraih penghargaan internasional AREA 2026 di Kuala Lumpur atas program pemberdayaan Desa Impian di Muara Enim.
- Program ini membantu mantan penambang ilegal dan warga prasejahtera beralih menuju kegiatan ekonomi produktif yang lebih legal serta berkelanjutan.
- Implementasi program tersebut berhasil meningkatkan pendapatan masyarakat hingga sepuluh juta rupiah per bulan serta memberikan dampak positif bagi lingkungan.
Program tersebut juga berhasil mendorong mantan penambang tanpa izin beralih ke bidang usaha lain yang legal dan berkelanjutan.
Dampak Desa Impian tak hanya terlihat dari sisi ekonomi. Di bidang lingkungan, program ini mampu mengelola 7,1 ton limbah non-B3 setiap tahun dan mengolah 10 ton limbah peternakan menjadi pupuk organik.
Sebanyak 131.969 bibit pohon juga telah ditanam dan diklaim berkontribusi terhadap penyerapan karbon lebih dari 4.284 ton CO per tahun.
Program tersebut turut meningkatkan efisiensi penggunaan air hingga 268.183 liter per tahun, sekaligus mengurangi konsumsi energi dan emisi karbon melalui pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Eko mengatakan, PTBA akan terus memperkuat keberlanjutan Desa Impian melalui pengembangan Sentra Ilmu sebagai pusat pembelajaran pertanian, penguatan kelembagaan koperasi, serta digitalisasi sistem kemitraan melalui Agro Bank.
Perusahaan juga akan mendorong pengembangan local hero dan replikasi program di berbagai wilayah.
"Kami berharap Program Desa Impian dapat terus berkembang sebagai model pemberdayaan masyarakat yang mampu direplikasi di berbagai daerah. Melalui sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, PTBA berkomitmen menciptakan nilai bersama yang mendukung kesejahteraan masyarakat sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs)," tutup Eko.
Berita Terkait
-
PTBA Perkuat Program Pemberdayaan Masyarakat, Bidik Dampak Nyata dan Berkelanjutan
-
PTBA Cetak Mekanik Muda Siap Industri, Lulusan Basic Mechanic Course Ring 1 Tanjung Enim Dikukuhkan
-
PTBA Percepat Flyover Simpang Belimbing dan Ujan Mas, Tingkatkan Keselamatan Masyarakat
-
PTBA Angkut 1,56 Ton Sampah dari Sungai Enim, Tebar Ribuan Benih Ikan Pulihkan Ekosistem
-
PTBA Gandeng Pertamina NRE Sulap Lahan Pascatambang Jadi PLTS, Percepat Transisi Energi Hijau
Terpopuler
- Mudah, Ini Cara Menghentikan Spam Call di HP Android dan iPhone
- Pengamat Nilai Manuver KSP Listyo Bongkar Hambatan Birokrasi Jadi Investasi Jangka Panjang
- Pengacara Kamaruddin Simanjuntak Sakit Apa? Meninggal Dunia di Usia 52 Tahun
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Sumsel Bidik Perdagangan Karbon di Tengah Krisis Karhutla, Sejauh Mana Kesiapannya?
-
WALHI Sumsel Soroti Dry Ice di Palembang, Minta Biaya dan Hasil Evaluasi Dibuka ke Publik
-
Kembali Mahasiswa Demo Tuntut Herman Deru Mundur karena Gagal Atasi Karhutla
-
Viral Mobil Damkar Tertahan Portal di Banyuasin, Petugas Sempat Adu Argumen hingga Membongkarnya
-
Karhutla Sumsel Tak Kunjung Usai, Ekoteologi Ditawarkan untuk Mengubah Perilaku terhadap Alam