- Komunitas Transport for Palembang mengirimkan surat terbuka kepada Wali Kota Palembang untuk memprotes buruknya layanan transportasi umum kota.
- Kritik menyoroti minimnya integrasi angkutan pengumpan menuju LRT Sumsel serta kemunduran layanan angkutan kota yang belum diperbaiki pemerintah.
- Pihak komunitas mengeluhkan tidak adanya tindak lanjut audiensi 3 Juni 2025 dan serangan buzzer terhadap kritik masyarakat tersebut.
Namun, mereka menilai hingga kini audiensi tersebut belum membuahkan hasil yang nyata. "Transport for Palembang sudah sering memberikan kritik terhadap layanan transportasi umum perkotaan ini. Bahkan pada saat audiensi Transport for Palembang pada tanggal 3 Juni tahun 2025 lalu, hingga saat ini tidak membuahkan hasil sama sekali," tulis mereka.
"Apakah bapak menganggap bahwa layanan transportasi umum perkotaan di Palembang tidak terlalu penting?"
Salah satu bagian paling keras dari surat terbuka tersebut adalah tudingan mengenai keberadaan akun buzzer. Transport for Palembang mengklaim suara, kritik, dan keluhan yang disampaikan mereka serta sejumlah masyarakat justru mendapatkan respons dari akun buzzer yang disebut mengikuti Wali Kota Palembang. "Yang ada malah suara, kritik, dan keluhan dari kami beserta sejumlah masyarakat 'DIBUNGKAM' oleh akun buzzer yang mengikuti bapak," tulis mereka.
Kendati demikian, komunitas tersebut menegaskan surat terbuka itu bukan sebuah ancaman, melainkan bentuk keresahan terhadap kondisi transportasi umum yang dianggap tidak lagi memadai. "Kami tidak berniat untuk mengancam, tapi ini merupakan bentuk keresahan kami dan juga masyarakat akan kebutuhan transportasi umum perkotaan yang memadai, yang sudah tidak dirasakan lagi setelah beberapa tahun," lanjutnya.
Di akhir surat terbuka, Transport for Palembang memberikan dua pilihan kepada Ratu Dewa: membenahi secara total sistem transportasi umum atau membiarkan kondisi yang ada terus berlangsung. "Jika bapak memilih untuk membenahi secara total sistem transportasi umum perkotaan di Palembang, citra Kota Palembang akan semakin positif ke depannya dan Transport for Palembang akan sangat senang membantu," tulis mereka.
Namun, komunitas itu juga memberikan peringatan apabila kondisi transportasi umum dibiarkan tanpa pembenahan. "Jika bapak memilih untuk tetap membiarkan transportasi umum perkotaan seperti saat ini, jangan salahkan kami dan juga masyarakat jika citra Kota Palembang akan sangat jelek di mata seluruh masyarakat Indonesia."
Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan dari Wali Kota Palembang Ratu Dewa maupun Pemerintah Kota Palembang terkait surat terbuka dan kritik yang disampaikan Transport for Palembang tersebut.
Tag
Berita Terkait
-
Gegara Limbah, 3 Pabrik Tahu di Palembang Disegel, Belasan Usaha Lain Jadi Sorotan
-
Viral Siswi SMP di Palembang Dijambak dan Ditendang Gegara Berebut Siswa Laki-laki, Aksinya Direkam
-
BRI Region 4 Palembang Salurkan Bantuan ke Enam Gereja, Perkuat Kepedulian dan Toleransi
-
Mulai Hari Ini, Isi Solar Subsidi di 10 SPBU Palembang Wajib Ikuti Aturan Baru
-
Mobil Masuk Kolong Truk Mogok di Bypass Palembang, Begini Kronologi Kecelakaannya
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti
-
Dijanjikan Gaji Rp50 Juta dan Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Terjebak TPPO Tentara Bayaran Rusia
-
Dua Korporasi Sudah Diselidiki, WALHI Kini Laporkan 9 Perusahaan soal Karhutla Jambi
-
Ketika Membeli Pembalut Harus Berhemat, Perempuan Marginal Palembang Hadapi Risiko Kesehatan
-
4 Koridor Feeder LRT dan Teman Bus Palembang Setop Operasional, Ini Rute yang Terdampak