- Ditpolairud Polda Sumsel mengamankan 21 ton solar ilegal dan lima pelaku di perairan Sungai Musi pada Rabu malam.
- Aksi ilegal tersebut dilakukan melalui pemindahan bahan bakar dari truk tangki modifikasi menuju tiga unit kapal tug boat.
- Polisi kini menyelidiki asal-usul solar ilegal serta jaringan distribusi yang terlibat dalam kasus penyelundupan di wilayah Palembang tersebut.
Bahkan, Herman Deru menyebut terdapat SPBU yang enggan menerima tambahan pasokan Bio Solar karena tidak tahan menghadapi dugaan mafia BBM di lapangan.
Persoalan itu kemudian mendorong Pemprov Sumsel membentuk Satgas Pengawasan Suplai dan Penyaluran BBM yang melibatkan Satpol PP, Dinas Perhubungan, kepolisian, serta berkoordinasi dengan BPH Migas.
Mulai 8 Juli 2026, pengawasan penyaluran solar subsidi juga diperketat di 10 SPBU Palembang. Salah satu mekanismenya adalah pencocokan barcode dengan STNK asli untuk mencegah penyalahgunaan dan memastikan BBM subsidi diterima kendaraan yang berhak.
Dua Peristiwa, Belum Terbukti Saling Berkaitan
Meski terjadi dalam waktu yang hampir bersamaan dan sama-sama menyangkut persoalan distribusi solar, belum ada bukti atau pernyataan resmi yang menghubungkan kasus 21 ton BBM ilegal di Sungai Musi dengan dugaan mafia solar subsidi di SPBU.
Solar yang diamankan Ditpolairud disebut sebagai solar olahan ilegal, sementara persoalan yang sebelumnya disoroti Pemprov Sumsel menyangkut dugaan penyalahgunaan distribusi solar bersubsidi di SPBU. Keduanya tidak boleh serta-merta dianggap berasal dari jaringan yang sama tanpa hasil penyidikan.
Namun, pengungkapan terbaru ini membuat satu pertanyaan kembali mengemuka: apakah lima orang yang diamankan merupakan ujung dari rantai distribusi, atau masih ada pihak lain yang berada di balik pergerakan 21 ton BBM ilegal tersebut?
Polda Sumsel menyatakan penyidikan masih terus dikembangkan. Asal-usul BBM, jalur distribusi, dan kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas masih menjadi fokus pendalaman.
Bagi Sumsel, dua peristiwa yang terjadi berdekatan ini membuat pengawasan distribusi BBM kembali menjadi ujian. Di darat, pemerintah sedang menghadapi dugaan penyalahgunaan solar subsidi dan antrean panjang SPBU. Di Sungai Musi, polisi kini menelusuri mata rantai di balik puluhan ton solar olahan ilegal yang nyaris masuk ke tiga tug boat.
Baca Juga: PGE Bor Sumur Baru PLTP Lumut Balai di Muara Enim, Kejar Tambahan Listrik 55 MW
Berita Terkait
-
PGE Bor Sumur Baru PLTP Lumut Balai di Muara Enim, Kejar Tambahan Listrik 55 MW
-
Pertamina PHR Zona 4 Gelar Khitan Gratis untuk 265 Anak di Sumsel, Jangkau Belasan Desa
-
21 Ton Solar Ilegal Nyaris Masuk Tiga Tug Boat di Sungai Musi, Siapa di Baliknya?
-
Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju Raih Penghargaan Sekolah Adiwiyata, Perkuat Pendidikan Lingkungan
-
PTBA Gandeng Pertamina NRE Sulap Lahan Pascatambang Jadi PLTS, Percepat Transisi Energi Hijau
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
Saat Karhutla Mengancam Sumsel, Generasi Muda Lintas Agama Diajak Turun Tangan
-
Besok Sekolah Palembang Masuk atau Masih Daring? Ini Patokan ISPU untuk Tatap Muka
-
Dukung Tumbuh Kembang Anak Sungai Rebo, Kilang Plaju Salurkan PMT di Posyandu Asparagus
-
Suahasil Gantikan Purbaya, Pemprov Sumsel Berharap Kebijakan Fiskal Daerah Kembali seperti Semula
-
Kabut Asap Palembang, KAI Bagikan 2.800 Masker untuk Lindungi Pekerja Operasional