Tasmalinda
Kamis, 09 Juli 2026 | 21:52 WIB
Muhammad Nasuha, pelatih Sumsel United, [dok persiba balikpapan]
Baca 10 detik
  • Manajemen Sumsel United resmi menunjuk mantan pemain Timnas Indonesia, M Nasuha, sebagai pelatih kepala baru pada 9 Juli 2026.
  • Pemilihan M Nasuha didasarkan pada kemampuan komunikasi terbuka yang baik antara pelatih dengan pihak manajemen klub di Palembang.
  • Sumsel United menargetkan M Nasuha untuk membawa tim promosi ke kasta tertinggi Liga 1 pada musim kompetisi 2026/2027.

SuaraSumsel.id - Teka-teki siapa yang akan memimpin Sumsel United pada kompetisi Liga 2 musim 2026/2027 akhirnya terjawab. Dari tiga nama yang sempat masuk dalam pembahasan manajemen, pilihan akhirnya jatuh kepada mantan pemain Timnas Indonesia, M Nasuha.

Nasuha resmi diperkenalkan sebagai pelatih kepala baru Laskar Juaro di Kantor Sumsel United, Palembang, Kamis (9/7/2026). Ia datang membawa tugas yang tidak ringan: membawa klub kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan itu menembus kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Target tersebut bukan sekadar ambisi pribadi sang pelatih. Presiden Klub Sumsel United, Cik Ujang, secara terbuka memasang sasaran promosi ke Liga 1 setelah tim sebelumnya mengakhiri musim 2025/2026 di posisi keempat Grup 1 Championship. "Alhamdulillah, hari ini kita mengenalkan pelatih baru Sumsel United untuk kompetisi Liga 2 musim 2026-2027," ujar Cik Ujang kepada wartawan.

Mengapa M Nasuha yang Dipilih?

Penunjukan M Nasuha ternyata tidak dilakukan tanpa persaingan. Cik Ujang mengungkapkan ada tiga nama calon pelatih yang masuk dalam pertimbangan manajemen sebelum keputusan akhirnya dijatuhkan kepada mantan pelatih Persiba Balikpapan tersebut.

Namun, bukan hanya faktor usia muda dan pengalaman di sepak bola nasional yang menjadi pertimbangan. Manajemen menginginkan pelatih yang mampu membangun komunikasi terbuka dengan jajaran klub.

"Jadi kemarin itu ada tiga nama pilihan calon pelatih, pilihannya ke M Nasuha. Alasannya tidak hanya muda, kita mau pelatih kepala bukan hanya bisa membawa Sumsel United ke Liga 1, kita juga mau ada komunikasi yang baik antara pelatih dan manajemen," kata Cik Ujang.

Bagi manajemen, komunikasi menjadi salah satu fondasi dalam membangun tim yang kompetitif. Pelatih diharapkan tidak berjalan sendiri dalam mengambil keputusan, tetapi terbuka terhadap diskusi mengenai kebutuhan skuad dan arah pengembangan tim.

"Kita mau ada komunikasi yang baik, karena itu menjadi salah satu pertimbangan utama kami dalam memilih sosok pelatih. Karena kita mau pelatih yang terbuka dan bisa berdiskusi," tambahnya.

Baca Juga: Sudah Bertahun-tahun Dibahas, Kapan Pelabuhan Tanjung Carat Benar-Benar Terwujud?

Targetnya Jelas: Liga 1

Tak ada target abu-abu yang diberikan kepada Nasuha. Sumsel United ingin promosi ke Liga 1. Cik Ujang optimistis pengalaman sang pelatih, ditambah dukungan seluruh elemen tim, bisa membuka jalan bagi Laskar Juaro untuk bersaing memperebutkan tiket ke kasta tertinggi.

"Harapan kami jelas, Sumsel United harus promosi ke Liga 1," tegasnya.

Nasuha tidak akan bekerja sendirian. Dalam menjalankan tugasnya, ia akan didampingi Mahyadi Panggabean sebagai asisten pelatih.

Penunjukan Nasuha sekaligus menandai perubahan di kursi pelatih Sumsel United setelah pada musim sebelumnya tim ditangani Nil Maizar. Pada musim 2025/2026, Sumsel United menempati posisi keempat Grup 1 Championship. Kini, standar dinaikkan: bukan sekadar bersaing, tetapi merebut tiket promosi.

Setelah resmi diperkenalkan, pekerjaan Nasuha langsung menanti. Ia harus membangun skuad untuk menghadapi musim baru, sementara latihan perdana direncanakan berlangsung pada awal Agustus 2026.

Load More