Tasmalinda
Minggu, 05 Juli 2026 | 12:26 WIB
Kepala BI Sumsel Bambang Pramono, BI ungkap strategi jaga harga pangan di Sumsel,
Baca 10 detik
  • Bank Indonesia dan TPID Sumatera Selatan berhasil mengendalikan inflasi Juni 2026 sebesar 0,36 persen melalui sinergi kebijakan strategis.
  • Kenaikan inflasi dipicu penyesuaian harga BBM nonsubsidi, gangguan pasokan akibat El Nino, serta meningkatnya mobilitas masa libur sekolah.
  • Pemerintah daerah mengantisipasi tekanan kemarau dengan operasi pasar murah, subsidi distribusi, dan memperkuat kerja sama antar daerah.

Untuk komoditas bawang merah, Sumsel mendatangkan bibit dari Kabupaten Demak, Jawa Tengah, yang digunakan sebagai lahan percontohan (demonstration plot) di Kota Pagar Alam.

Sementara hingga Juni 2026, realisasi kerja sama antar daerah telah menghasilkan pasokan 22,67 ton bawang merah dari Sumatera Barat dan 3,68 ton cabai dari Jawa Tengah.

Selain menjaga distribusi, BI bersama pemerintah daerah juga memperluas penguatan ketahanan pangan melalui Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP).

Program tersebut kini melibatkan pesantren dan koperasi sebagai bagian dari ekosistem produksi sekaligus distribusi pangan daerah.

Di sisi lain, kerja sama antar pemerintah daerah juga terus diperluas. Hingga pertengahan tahun ini telah terjalin 8 Kesepakatan Bersama (KSB) dan 21 Perjanjian Kerja Sama (PKS) antarpemerintah daerah, serta empat kerja sama Business to Business (B2B) untuk memperkuat rantai pasok komoditas strategis.

Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pengendalian inflasi, menjaga ketahanan pangan, memperluas kerja sama antar daerah, serta mendukung berbagai program prioritas nasional, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG), agar pertumbuhan ekonomi Sumsel tetap inklusif dan berkelanjutan.

Load More