- Kebakaran lahan seluas 10 hektare terjadi di kawasan Tol Palindra, Ogan Ilir, Sumatera Selatan pada Selasa malam.
- Tim gabungan berhasil mengendalikan api setelah melakukan proses pemadaman intensif selama empat jam di area tersebut.
- Tidak ada korban jiwa maupun kerusakan fasilitas tol akibat peristiwa kebakaran lahan di musim kemarau ini.
SuaraSumsel.id - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai terlihat di Sumatera Selatan seiring memasuki musim kemarau. Sebuah kebakaran lahan seluas sekitar 10 hektare terjadi di kawasan Tol Palindra KM 13 B, Desa Talang Pangeran Ulu, Kecamatan Pemulutan Barat, Kabupaten Ogan Ilir, Selasa (30/6/2026) malam.
Kobaran api membakar vegetasi semak belukar dan ilalang di lahan milik masyarakat. Lokasi kebakaran yang berada tidak jauh dari ruas jalan tol membuat petugas bergerak cepat untuk mencegah api meluas.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan Wilayah Sumatera, Ferdian Kristanto, mengatakan tim Manggala Agni menerima informasi dari pihak pengelola Tol Palindra mengenai adanya kebakaran lahan.
"Setelah menerima informasi, tim Manggala Agni Daops Sumatera XIV/Banyuasin langsung bergerak menuju lokasi dan melakukan pemadaman bersama BPBD Ogan Ilir, TNI, Polri, serta pihak pengelola tol," ujar Ferdian.
Menurutnya, proses pemadaman dimulai sekitar pukul 21.37 WIB dan baru selesai pada 01.25 WIB. Petugas harus berjibaku hampir empat jam untuk mengendalikan api agar tidak meluas.
Dari total area yang terbakar sekitar 10 hektare, petugas berhasil memadamkan sekitar 4 hektare yang menjadi fokus penanganan. Berkat upaya tim gabungan, kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan sehingga tidak menjalar ke kawasan lain maupun mengganggu operasional Jalan Tol Palindra.
Ferdian menjelaskan, kebakaran terjadi pada lahan berstatus Areal Penggunaan Lain (APL) dengan vegetasi berupa semak belukar dan ilalang di atas tanah mineral. Selama proses pemadaman, personel menggunakan dua unit pompa jinjing, satu kendaraan angkut personel, serta peralatan pemadam manual.
Ia mengapresiasi sinergi seluruh personel yang terlibat dalam penanganan kebakaran tersebut sehingga api dapat dipadamkan dalam waktu relatif singkat.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama memasuki musim kemarau yang membuat vegetasi lebih mudah terbakar. Sekecil apa pun sumber api dapat berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas apabila tidak segera ditangani," kata Ferdian.
Baca Juga: BMKG Petakan Kemarau di Sumsel, Sejumlah Daerah Mulai Masuk Zona Kering
Hingga kini belum ada laporan korban jiwa maupun kerusakan terhadap fasilitas jalan tol akibat peristiwa tersebut. Penyebab pasti kebakaran masih dalam pendalaman oleh pihak terkait.
Berita Terkait
-
BMKG Petakan Kemarau di Sumsel, Sejumlah Daerah Mulai Masuk Zona Kering
-
137 Kali Karhutla, 305 Hektare Lahan Sudah Hangus, Ancaman Asap Kembali Mengintai Sumsel?
-
Nekat Meracun Kekasihnya hingga Tewas, Fakta Baru Kasus Ogan Ilir Terungkap
-
Tabrakan Maut di Tol Palindra, 3 Orang Tewas, Sopir Truk Kabur Tinggalkan Korban
-
6 Fakta Kematian Siswa SMP di Ogan Ilir Usai Latihan Silat, Luka di Tubuh Picu Kecurigaan Keluarga
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
- Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- 4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Tol Palembang-Betung Segera Dibuka, Warga Sumsel Bisa Menempuh Perjalanan Lebih Cepat saat Nataru 20
-
Bangunan Dapur MBG di Muara Enim Jadi Sasaran Maling, Motor dan Ponsel Raib
-
Pasar Murah HUT RI Digelar di 5 Kecamatan Palembang, Ada Diskon Belanja Rp10 Ribu
-
Pantai Viral di Tengah Kota Palembang, One Ilir Beach Ramai Didatangi Warga saat Kemarau
-
Asal-usul Lomba Bidar di Palembang, Tradisi Sungai Musi yang Berawal dari Kisah Cinta