- 1. Musim kemarau mulai melanda Sumatera Selatan.
- 2. Penghematan air membantu menjaga pasokan PDAM.
- 3. Kebiasaan hemat air dapat mengurangi pemborosan.
SuaraSumsel.id - Di sejumlah wilayah Sumatera Selatan, musim kemarau mulai terasa. Curah hujan yang menurun membuat debit air di sungai dan waduk berkurang. Kondisi ini bukan hanya berdampak pada sektor pertanian, tetapi juga dapat memengaruhi pasokan air baku yang digunakan perusahaan daerah air minum (PDAM) untuk mengalirkan air ke rumah-rumah warga.
Meski belum semua daerah mengalami gangguan distribusi, menghemat air sejak dini menjadi langkah bijak. Selain membantu menjaga ketersediaan air bersih, kebiasaan ini juga dapat mengurangi tagihan bulanan.
Lalu, apa saja cara sederhana yang bisa dilakukan di rumah?
1. Matikan Keran Saat Tidak Digunakan
Kebiasaan membiarkan air mengalir saat menyikat gigi, mencuci piring, atau mencuci sayuran tanpa disadari membuang puluhan liter air setiap hari.
Mulailah membiasakan membuka keran hanya saat benar-benar diperlukan. Cara sederhana ini terbukti mampu menghemat penggunaan air secara signifikan.
2. Tampung Air Bekas untuk Menyiram Tanaman
Air bekas mencuci sayuran atau beras masih dapat dimanfaatkan untuk menyiram tanaman di halaman rumah.
Selain mengurangi pemborosan, air tersebut juga mengandung nutrisi alami yang bermanfaat bagi tanaman.
3. Periksa Kebocoran Pipa dan Keran
Keran yang menetes atau pipa yang bocor sering dianggap sepele. Padahal, tetesan kecil yang terjadi terus-menerus bisa membuang ratusan liter air dalam sebulan.
Karena itu, segera perbaiki kebocoran sekecil apa pun agar penggunaan air tetap efisien.
4. Gunakan Mesin Cuci Saat Muatan Penuh
Jika menggunakan mesin cuci, usahakan mencuci pakaian dalam jumlah yang sesuai dengan kapasitas mesin.
Menyalakan mesin cuci hanya untuk beberapa potong pakaian membuat konsumsi air dan listrik menjadi lebih boros.
5. Simpan Cadangan Air Secukupnya
Saat musim kemarau, tidak ada salahnya menyiapkan cadangan air bersih di rumah. Namun, simpan dalam jumlah yang wajar dan gunakan wadah tertutup agar kualitas air tetap terjaga.
Hindari menimbun air secara berlebihan karena dapat mengurangi pasokan bagi warga lain jika terjadi gangguan distribusi.
Kemarau Perlu Diantisipasi Sejak Awal
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah mengingatkan bahwa sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk Sumatera Selatan, berpotensi mengalami musim kemarau dengan durasi yang bervariasi. Kondisi tersebut dapat menyebabkan debit sungai menurun sehingga masyarakat perlu menggunakan air secara lebih bijak.
Berita Terkait
-
BMKG Petakan Kemarau di Sumsel, Sejumlah Daerah Mulai Masuk Zona Kering
-
137 Kali Karhutla, 305 Hektare Lahan Sudah Hangus, Ancaman Asap Kembali Mengintai Sumsel?
-
Kenapa Sumsel Terasa Lebih Panas? BMKG Ungkap Musim Kemarau Sudah Dimulai dan Risikonya
-
Sumsel Didominasi Zona Coklat, BMKG Sebut Kemarau 2026 Lebih Kering dari Normal
-
Baru Maret Sudah 31 C dan Menyengat, BMKG Ungkap Sinyal Awal Kemarau 2026 di Sumsel
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- 12 Pilihan Mesin Cuci Langsung Kering Tanpa Jemur
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Jejak Aparat pada Kematian Pedagang Cermin saat Demo 27 Agustus 2026
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
Terkini
-
Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat
-
Sumsel Dikepung 2.639 Titik Panas Hari Ini, Apa yang Sebenarnya Sedang Terjadi?
-
Harga Cabai Merah Palembang Rp70 Ribu per Kilogram, Stok Aman tapi Kenapa Tetap Mahal?
-
BRI dan GarudaMiles Tawarkan Ekstra 27.000 Miles Bagi Nasabah Infinite Prioritas
-
Ganesha, Bayi Gajah Tesso Nilo yang Lahir dari Induk Gajah Binaan dan Gajah Liar