- Anyelir Ayu, seorang pekerja kreatif, mengandalkan jaringan Tri selama tujuh tahun untuk menunjang aktivitas konten digitalnya.
- Layanan internet Tri terbukti stabil saat digunakan di perkotaan maupun di wilayah desa Kabupaten Ogan Komering Ilir.
- Koneksi internet yang terjangkau dan kencang menjadi modal utama Anyelir untuk tetap produktif dalam ekosistem ekonomi digital.
SuaraSumsel.id - Bagi Anyelir Ayu, bekerja sebagai content writer sekaligus content creator berarti hampir tak pernah benar-benar jauh dari internet.
Ide bisa muncul kapan saja. Informasi perlu dicari dalam hitungan menit. Media sosial harus terus dipantau, sementara TikTok dan Instagram bukan lagi sekadar tempat mencari hiburan, melainkan bagian dari ruang kerja seorang pekerja kreatif di era digital.
Karena itu, koneksi internet yang stabil dan terjangkau menjadi kebutuhan penting dalam kesehariannya.
Selama sekitar tujuh tahun terakhir, Anyelir memilih menggunakan Tri untuk menunjang aktivitas digitalnya. Bukan hanya ketika berada di perkotaan, tetapi juga saat harus bepergian ke sejumlah wilayah desa di Sumatera Selatan. "Iya, aku dari dulu pakai Tri, mungkin sudah tujuh tahunan," ujar Anyelir.
Sebagai seorang content writer dan content creator, kesehariannya dekat dengan berbagai platform digital. TikTok dan Instagram menjadi dua aplikasi yang kerap digunakannya, baik untuk mencari informasi, mengikuti perkembangan tren maupun menunjang aktivitas kreatif.
Menurut Anyelir, kecepatan koneksi menjadi penting karena konten digital, terutama dalam bentuk foto dan video, membutuhkan jaringan yang memadai.
"TikTok dan Instagram kencang sih," katanya.
Untuk memenuhi kebutuhan internet sehari-hari, Anyelir biasanya membeli paket melalui aplikasi bima+. Ia mengeluarkan sekitar Rp60 ribu untuk mendapatkan kuota sekitar 20 GB dengan masa aktif 28 hari.
Bagi pekerja kreatif, pilihan paket yang terjangkau menjadi penting. Internet bukan lagi pengeluaran tambahan untuk hiburan semata, melainkan bagian dari modal untuk tetap produktif.
Baca Juga: Nomor yang Tak Pernah Berganti, IM3 Temani Zelvan dari Bangku SMP hingga Cari Penghasilan
Namun pengalaman yang paling berkesan bagi Anyelir justru terjadi ketika ia meninggalkan kawasan perkotaan.
Tetap Terkoneksi hingga Desa di OKI
Pekerjaan dan aktivitasnya beberapa kali membawa Anyelir ke sejumlah desa di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Dua di antaranya adalah Desa Bangsal dan Lebung Itam.
Berada jauh dari pusat Kota Palembang membuat kebutuhan terhadap konektivitas menjadi semakin terasa. Ponsel tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga menjadi penghubung dengan informasi dan berbagai aktivitas digital.
Dari pengalamannya, jaringan Tri masih dapat digunakan dengan baik di kedua wilayah tersebut.
"Tri itu kalau di desa juga lancar. Aku ke Desa Bangsal sama Lebung Itam, area OKI, pun masih kencang sinyalnya. Cuma kalau desa yang terpencil banget, baru mati sinyalnya," ungkap Anyelir.
Tag
Berita Terkait
-
Nomor yang Tak Pernah Berganti, IM3 Temani Zelvan dari Bangku SMP hingga Cari Penghasilan
-
Bank Sumsel Babel Borong 6 Penghargaan Infobank 2026, Pertahankan Predikat Layanan Terbaik
-
Bank Sumsel Babel Pertahankan Predikat Platinum Service Excellence 10 Tahun Berturut-turut
-
Bank Sumsel Babel Pacu Digitalisasi Keuangan Daerah, Banyuasin Percepat Implementasi KKPD
-
Jelajah Tri: Dari Benteng Kuto Besak hingga Ampera, Palembang Makin Terkoneksi di Era Digital
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Duel Maut di Kebun Sawit Muba, Korban Tewas Ditebas di Leher, Benarkah Curi Sawit?
-
99 Pekerjaan Disebut Fiktif, Eks Kadis Perkimtan Palembang Hanya Dituntut 1,5 Tahun
-
PT DSI Ambil Alih Ekspor SDA, Akademisi Ingatkan Nasib Perusahaan Lokal Sumsel
-
Kabut Asap Makin Parah, Unsri Alihkan Kuliah ke Online, Kapan Kembali ke Kampus?
-
KA Bukit Serelo Tabrak Isuzu Panther, Satu Keluarga Jadi Korban: 4 Meninggal, 1 Kritis