- Polda Sumatera Selatan mengungkap korupsi kredit fiktif senilai Rp90 miliar yang terjadi sepanjang tahun 2022 hingga 2023.
- Penyidik menetapkan 15 orang tersangka dengan modus memanipulasi dokumen proyek untuk mencairkan fasilitas kredit perbankan secara ilegal.
- Polisi telah memeriksa 48 saksi serta menyita berbagai dokumen kontrak sebagai bukti untuk pengembangan penyidikan kasus tersebut.
SuaraSumsel.id - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumatera Selatan membongkar dugaan tindak pidana di sektor perbankan yang diduga menyebabkan kerugian hingga sekitar Rp90 miliar. Dalam perkara tersebut, penyidik telah menetapkan 15 orang sebagai tersangka, sementara tiga orang di antaranya langsung ditahan.
Kasus ini menjadi perhatian karena penyidik menduga para pelaku menggunakan dokumen proyek yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya untuk memperoleh fasilitas kredit dalam jumlah besar.
Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel, AKBP Listiyono Dwi Nugroho, mengatakan perkara ini diduga berlangsung pada periode 2022 hingga 2023 melalui pemberian fasilitas pembiayaan kepada sejumlah debitur.
"Dari hasil penyidikan, kami telah menetapkan 15 orang sebagai tersangka dan tiga orang telah dilakukan penahanan. Penyidikan masih terus dikembangkan untuk mengungkap seluruh pihak yang bertanggung jawab," ujar AKBP Listiyono.
Penyidik mengungkap, modus yang digunakan diduga dengan menyusun berbagai dokumen proyek seolah-olah sah agar memenuhi persyaratan pencairan kredit.
Dokumen yang diduga dimanipulasi antara lain kontrak pekerjaan, surat pesanan, invoice, hingga berita acara serah terima pekerjaan (BAST). Berdasarkan hasil penyidikan sementara, dokumen tersebut digunakan sebagai dasar pencairan fasilitas kredit yang kemudian diduga tidak dimanfaatkan sebagaimana tujuan awal pembiayaan.
Setelah dana dicairkan, uang tersebut diduga dipindahkan maupun ditarik oleh pihak-pihak tertentu hingga akhirnya seluruh fasilitas kredit mengalami kemacetan.
Untuk mengungkap perkara tersebut, penyidik telah memeriksa 48 orang saksi yang berasal dari unsur perbankan, perusahaan terkait, ahli perbankan, hingga ahli hukum pidana.
Selain itu, polisi juga menyita berbagai barang bukti berupa dokumen kontrak, surat pesanan, dokumen tagihan, berita acara serah terima pekerjaan, standar operasional pemberian kredit, hingga hasil audit yang menjadi bagian dari alat bukti penyidikan.
Baca Juga: Korupsi Lampu Jalan Palembang Diusut, Berapa Kerugian Negara yang Sebenarnya?
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya menegaskan pengungkapan perkara tersebut merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam menjaga integritas sektor jasa keuangan. "Penanganan perkara ini menunjukkan komitmen Polda Sumatera Selatan dalam memberantas tindak pidana yang berpotensi merugikan keuangan negara serta mengganggu kepercayaan masyarakat terhadap sektor jasa keuangan. Penyidikan akan terus dikembangkan secara profesional, transparan, dan akuntabel," ujar Nandang.
Hingga kini, penyidik masih melakukan pengembangan untuk menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang turut menikmati aliran dana maupun berperan dalam penyusunan dokumen yang diduga tidak benar.
Tag
Berita Terkait
-
Korupsi Lampu Jalan Palembang Diusut, Berapa Kerugian Negara yang Sebenarnya?
-
Terekam CCTV, Modus Bule dan Dua Rekannya Gondol Kosmetik di Toko Palembang
-
Lomba Poster Wayang Palembang: Saat Arjuna Bertemu Avengers
-
Detik-detik Pajero Terbakar di Tol Kayuagung-Palembang, Polisi Ungkap Dugaan Penyebabnya
-
Ratu Dewa Rombak 6 Kepala Dinas Pemkot Palembang, Kadiskominfo Ikut Bergeser
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi
-
KAI Palembang Buka Akses Magang, PKL, dan Penelitian secara Digital melalui InternHub
-
Mobil Impian Makin Dekat, BRI KKB Expo 2026 Hadir di 131 Cabang
-
Sambut HUT ke-81 RI, BRI Banjiri Nasabah dengan Promo
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel